Gunung Dieng adalah salah satu gunung api aktif di Jawa tengah terletak diantara dua wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.
Penyelidikan lapnagan dan pengumpulan contoh batuan terbatas terutama kepada lava G. Ciremai dimaksudkan untuk mengetahui paramter apa dalam olahan petrokimia batuan yang dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang mencari data .
Pemeriksaan lapangan dan pengumpulan conto batuan terpilih terutama lava Gunungapi Sunda dan Gunungapi Tangkubanparahu dimaksudkan untuk mengetahui parameter apa dalam olahan petrokimia yang dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahay yang diakibatkan letusan gunungapi.
Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan, yaitu sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari 1985. Cara pengamatan gempa yang diterapkan disini adalah jaringan tripartit. Sedang peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen.
Pengamatan visual G.Lamongan dikerjakan setiap saat dan menggunakan alat sebuah teropong. Ukuran suhu udara menggunakan termometer, pengukur air hujan adalah gelas pengukur air hujan, dan petunjuk arah angin pengamatan langsung. Termometer, tabung air dan arah angin dibaca/dicatat tiap pkl 06.00, 12.00 dan 18.00.
Berdasarkan pengamatan visual, kegiatan G.Lamongan selama April 1984 sampai dengan Februari 1985 tidak menunjukkan adanya perubahan atau kelainan kegiatan. Asap solfatara/fumarola umumnya tampak putih tipis, tekanan gas lemah. Begitu juga suhu air ranu tidak berubah. Suhu air ranu maksimum 30'C.
G.Sumbing pada waktu pemeriksaan masih tetap normal. Asap solfatara pada umumnya putih tipis dengan tekanan gas lemah, ketinggian asap maksimum 10 m dari permukaan dan minimum 4 m. Suhu solfatara tercatat minimum 90'C dan maksimum 110'C, sedangkan suhu air panas di dasar kawah terukur minimum 75'C dan maksimum 87'C.
Gunung Papandayan terletak dalam deretan gunungapi Priangan Selatan, hampir tepat sebelah selatan G.Guntur dan dihubungkan dengan tetangganya sebelah timur G.Cikuray yang menjulang tinggi puncaknya berbentuk kerucut.
Pemetaan daerah bahaya G.Sundoro ini merupakan pemetaan ulang dari hasil pemetaan daerah bahaya yang telah dilakukan oleh R.Hadian (1970). Penulis tersebut membagi zona daerah bahaya berdasarkan penampilan morfologi yang terdiri dari daerah bahaya dan daerah waspada.
Berdasarkan SPPD No 2541/P/1984 penulis ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah - kawah di Datarang Tinggi Dieng selama 30 hari. Maksud dilakukan pemeriksaan tersebut ialah untuk mengetahui tingkat kegiatan pada waktu itu dibandingkan dengan sebelumnya.