Gunung Sangeangapi termasuk gunungapi tipe A. Gunungapi ini tercatat sedikitnya 9 kali meletus sejak tahun 1600. Salah satu karakteristik letusan G. Sangeangapi adalah periode erupsinya relatif lama bisa berbulan-bulan seperti pada letusa tahun 1964, 1985, dan 1997. Letusan terakhir menghasilkan sumbat lava. Sumbat lava tersebut tumbuh membesar dan menghasilkan guguran lava.
Gunungapi Ili Lewotolo (+1455 m) merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A, terletak di semenanjung utara Pulau Lomblen, kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Gunungapi Ili Lewotolo mempunyai bentuk kerucut nyata dan simentris terutama bila dilihat dari arah utara dan timur. Secara umum morfologi G. Ili Lewotolo dapat dibagai menjadi beberapa satuan morfologi.
G. Tambora adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia, secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Dompu dan Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat, yang terletak di semenanjung P. Sumbawa bagian utara. G. Tambora merupakan gunungapi aktif strato tipe A, sebagian dari puncaknya hilang akibat letusan 1815 yang menghasilkan kaldera. Letusan G. Tambora 1815 merupakan kegiatan letusan gunungapi…
Secara administratif Gunungapi Inierie terletak di Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Lokasi survey dapat dicapai dengan rute perjalanan dari Bandung ke Maumere menggunakan pesawat udara, dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Ende dengan waktu tempuh sekitar 5 jam atau melalui Bandung-Denpasar-Ende. Dari Ende ke Pos Pengamatan Gunungapi Inierie di desa Bomari menggunakan jas…
Gunungapi Rinjani terletak di Pulau Lombok bagian utara dan secara administratif termasuk ke dalam tiga kabupaten yaitu Lombok Barat (Gerung), Lombok Tengah (Praya), dan Lombok Timur (Selong) Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sejarah kegiatan vulkanik Gunung Rinjani diketahui sejak abad ke-19 sampai sekarang. Kegiatan vulkanik baik berupa letusan maupun peningkatan kegiatan solfatara berpusat di ke…
Tidak lanjut yang dilakukan dalam upaya mendeteksi tingkat kegiatan G. Colo yang meletus pada 23 Juli 1983, yaitu melakukan pengamatan seismik di P. Una-Una. Usaha ini dimaksudkan sejalan dengan pemetaan hasilban letusan oleh Subdit. Pemetaan Gunungapi dan untuk melacak tingkah pola kegempaannya pada jarak yang lebih dekat, sehingga diharapkan diperoleh hasil yang lebih akurat.
Berdasarkan SPPD No. 484/P/1981 dan No. 491/2/1981 tanggal 29 Mei 1981, untuk Sdr. Djafar Wa'a yang berkedudu-kan di Pos Pengamatan G.Iya Ende. Bersama-sama ditugaskan untuk mengadakan pemeriksaan kegiatan G. Ebulobo di kecamatan Boawae dan G. Inerie di kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Propinsi Nusatenggara Timur. Penulis sebelum mengadakan pemeriksaan ke kedua gunung tersebut, terlebih dahulu …
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, tahun 1980/1981, dalam pelita III. Berdasarkan SPPD No. 2177/P/1981, SPPD NO. 2189/P/1981 dan SPPD No. 2192/P/1981 untuk Sdr. Iryanto B.Sc, Sdr. I.W.No-ngos Tapayasa dan Sdr. Gasfar Hare Roma ditugaskan untuk mengadakan pemeriksaan G.Ili Werung, G.Hobal dan G. Rokatenda di NTT. Pemeriksaan ini dilakukan untuk …
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
G. Inelika merupakan salah satu gunungapi katif tipe A yang berada di Pulau Flores, Kabupaten Ngada (Bajawa), Flores Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai G. Inelika dari Kota Bajawa sangat mudah sekali, karena sarana pencapainnya telah ada, baik dengan menggunakan roda dua maupun roda empat. Dari Kota Bajawa kita menuju ke arah utara yaitu jalur ke Desar Gou dengan jarak ke loka…