Kubah lava 1973, nampak di tengah-tengah lurah Batang. Diperkirakan volum lavanya pada akhir Juni 1973 4'/2 juta m3 Jik kubah ini longsor dengan volum 4 juta maka jarak lintas awan panasnya diperkirakan 9, 7 km. dari puncak G. Merapi.
Diantara gunung-gunung berapi di Indonesia G. Merapilah yang paling aktif. Kalau kita melihat sejarah kegiatannya sejak tahun 1991 maka gunung api tersebut dalam jangka waktu 72 tahun lebih banyak bekerja daripada tidak.. Kecuali menurut kenyataan bahwa G. Merapi sering bekerja dan hampir tiap kegiatan menyemburkan awan panas, maka G. Merapi tergolong yang paling berbahaya di Indonesia.
Daur kegiatan G. Merapi sckarang ini (1973) dimlai dalam bulan tober 1972, ditandai olch ietusan-letusan gas dan terlemparkannya Ok- batuan-batuan lama berupa pasir dan abu. Titik letusan terletak diantara kubah lava 1969 dan sisa lava 1961. Gejala diatas berakhir dalam bulan April ,1973 dinana lava baru mulai muncul dititik yang Bama diiringi oleh awan panas guguran. Kegiatan selanjutnya berup…
Pada tanggal 8 September 1974, satu team yang berjumlah 5 orang terdiri dari dua orang Seksi Petapi, 2 orang dari Labolatorium Kimia Mineral dan 1 orang lagi di Cabang Dinas Volkanologi Yogyakarta telah mengadakan pendakian ke puncak kawah Gunung Merapi di Jawa Tengah.
Perjalanan ke G. Merapi (Plawangan - Babadan) dilakukan selama 20 hari terhitung dari tanggal 26 Maret - 14 April 1959.
Berita interlokal tgl 25 Djuni 1957 dari Pusat Pendjagaan Merapi di Djokja kepada Pusat Djawatan Geologi di Bandung, melaporkan bahwa, G. Merapi tambah giat. Guguran - guguran benda - benda berapi dari puntjak Trising terus - menerus, turun ke Sektor Trising- Senowo.
Pada tg.18 Djanuari 1954, suasana keadaan di sekitar daerah Merapi gelap tertutup kabut tebal. G.Merapi tidak tam-pak sama sekali. Kira2 pada djam 11. pagi, terdengar suara 2 guruh hebat dari djurusan Merapi dan tak lama kemudian menju-sul asap ban jak menembus dari dalam kabut membubung tinggi diudara jang warmanja kamerah2-Xan dan soland jutnja menerang-kan, bahwa pada tig. 20 pagi, G.Merapi …
Termasuk lanjutan pemintaan Kep. U.G.A Jogyakarta tgl 11 Mei 1954 No. 249/60/UGA/M/54 dan dengan surat perintah Kep. Djawatan Pertambangan Tjb. Jogjakarta tgl 17 Juli 1954 No. 116/Um, penulis mengerjakan Trianguleren di Pos U.G.A Krindjing.
Sehubungan dengan surat tugas No. 125/Um. tgl 28/8-1954 dari Kepala Cabang Djawatan Pertambangan Yogyakarta, beserta Sdr. Merkum maka kami mulai menyelenggarakan bunyi pasal 2 (Mengadakan peilingen ke bagian - bagian dari puncak), dari surat No. 249/60/UGA/M/54 tertanggal 11 Mei 1954 oleh Kepala U.G.A Yogyakarta.