Kegiatan gunungapi Sundoro di amati secara terus menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di Desa Gentingsari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Gunungapi Sundoro secara seismik diamati oleh satu set alat seismograf (MEQ.80).
Kegiatan vulkanik G. Slamet dipantau dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di sebelah selatan G. Slamet, tepatnya di Desa Gambuhan kecamatan Pulosari Kabupaten Pamulang Jawa Tengah pada ketinggian +1025 mdpl.
Kegiatan G. Kelut sejak letusan terakhir (Februari 1990), tidak menunjukkan perubahan vulkanis yang mencolok. Data suhu berkisar antara 39-43 C, begitu juga kegiatan seismik hanya terjadi gempa - gempa tektonik saja. Namun mulai bulan Mei 1996 data suhu air danau kawah berangsur-angsur meningkat menjadi 46-51 C. Data suhu ini hampir sama dengan suhu air danau menjelang erupsi pada th 1990.
Laporan kerja lapangan ini menitikberatkan pada pengadaan bahan - bahan atau data untuk penyampaian penyuluhan gunungapi. Dilakukan kegiatan inventarisasi dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Kw. Ijen, Banyuwangi. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 1994.
Pengamatan lapangan kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, yaitu untuk melihat perubahan kegiatannya. Ancaman bahaya yang paling menonjol dari kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, adalah terhadap kemungkinan terjadinya pelepasan gas racun di sekitar lobang solfatara.
Pegunungan Dieng merupakan gunungapi aktif type A, yang seringkali menunjukkan kegiatan dan letusan yang umumnya bersifat freatik. Kegiatan ini kadangkala menimbulkan banyak korban yang umumnya disebabkan oleh gas racun yang keluar dari lubang letusan lama. Sedikitnya ada tiga jenis potensi bahaya geologi di Pegunungan Dieng yaitu bencana gerakan tanah, letusan freatik, dan gas.
G. Sangeangapi adalah salah satu Gunungapi aktip berbentuk strato yang mempunyai kawah, dengan tinggi + 1949 meter di atas permukaan laut. Sesuai dengan SPPD dari Bandung atas nama : sdr.M.Endang Ilyas, sdr.H.Abdul Wahab dan sdr. Wayan Nongos Tapayasa, maka pada tanggal 29 Mei 1985 dilakukan pemeriksaan kawah/pengamatan visual langsung ke puncak/ke kawah Gunung Sangeangapi. Adapun maksud dan tu…
Laporan ini membahas pengolahan dan analisis data seismik Gunung Semeru yang difokuskan pada pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan terhadap frekuensi kejadian gempa berdasarkan magnitudo laju pelepasan energi seismik serta beberapa parameter seismik lainnya guna memperoleh gambaran karakteristik aktivitas seismik Gunung Semeru.
Untuk memantau kegiatan G.Ciremai telah dibangun sebuah Pos Pengamatan di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Pos dilengkapi peralatan dan alat komunikasi, yang dikelola oleh tiga petugas setempat. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengamatan visual, kegempaan, dan pengukuran suhu air panas disamping dilakukan pemeriksaan puncak secara berkala.
Kegiatan vulkanik G.Gede tampak berupa tembusan solfatara/fumarola aktif pada sejumlah kawah di sekitar puncaknya. Kawah - kawah tersebut merupakan pusat - pusat kegiatan vulkanik/letusan G.Gede di masa lampau dan beberapa diantaranya masih aktif saat ini.