Gunung Rokatenda yang muncul disebelah Utara Flores, puncaknya berketinggian 1k 875 m dml. Di puncaknya terdapat dua buah kawah dan tiga buah kubah lava; yaitu kubah lava 1928, 1964 dan kubah lava baru 1981. Kubah lava tersebut muncul pada satu garis lurus berarah utara - selatan. Pembentukan kubah lava 1931 manerobos dan merobek-robek daerah diantara G. Ili Manunai dan G. Rokatenda, letak kuba…
Gunung Ili Lewotolo terletak di Semenanjung Utara P. Lomblen Kabupaten Flores Timur, ketinggian 1319 mdpl, terbentuk di atas batugamping koral. Posisi geografi: Lintang Selatan 8° 16' 18' dan 123° 30' 18' Bujur Timur. Nama gunungapi ini bermacam-macam yaitu Ili Lewotolo, Ili Levololo, Ili Lobetollo, Ili Warirang dan Ili Api. Oleh penduduk setempat dinamakan Ili Ape artinya gunungapi. Sedangka…
Pada 6 Oktober 1982, E. Sihat dan saya ditugaskan oleh Kasi Pemetaan Topografi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi untuk melakukan pemetaan di sekitar kawah Gunung Serawerna dengan SPPD. No. 2157/P/82 dan No. 2156/P/82, dari tanggal 6 Oktober 1982 s/d 3 Januari 1983. Gunung Serawerna terletak di Pulau Teon yang termasuk Kabupaten Ma-luku Tengah, dimana Pulau Teon ini tergabung dalam deretan kepu…
Pemeriksaan puncak dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kegiatan suatu gunungapi saat ini. Selanjutnya diharapkan hasil pemeriksaan ini dapat menjadi bahan informasi bagi para gunungapiawan pada masa yang akan datang
Gunungapi Sangeangapi terletak di Pulau Sangeang di sebelah timur-timurlaut Pulau Sumbawa termasuk Kabupaten Bima dan Kecamatan Wera. Posisi geografi 8°11' Lintang Selatan dan 119°03,5' Bujur Timur dengan ketinggian 1949 meter dari permukaan laut (Atlas Trop Nederl 1938 lembar 27). Letusan terakhir tgl. 29 Januari 1964 yang diawali oleh getaran gempa tera-sa tgl. 28 Januari 1964 pkl. 14.00 da…
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun 1982 - 1983 Pelita III tahun terakhir. Penulis bersama Sdr. O. Rukman dan Yoseph Bu, ditugaskan untuk penyelidikan/pengamatan G. Rokatenda, G. Egon dan G. Kelimutu di Nusatenggara Timur. Tugas ini berdasarkan SPPD No. 336/P/1982, No. 337/P/1982 dan No. 342/P/1982
Gunungapi tersebut terletak di Pulau Sangeang di sebe lah timur-timurlaut Pulau Sumbawa termasuk Kabupaten Bima dan Kecamatan Wera. Posisi geografi 8°11' Lintang Selatan dan 119°03,5' Bujur Timur dengan ketinggian 1949 meter dari permukaan laut (Atlas Trop Nederl 1938 lembar 27). Letusan terakhir tgl. 29 Januari 1964 yang diawali oleh getaran gempa terasa tgl. 28 Januari 1964 pkl. 14.00 dan p…
Pada tahun 1966 terjadi letusan pada puncak gunung Barujari (G. Tenga), juga terjadi aliran lava baru. Setelah letusan puncak gunung Barujari ini sama sekali belum dipetakan kembali. Kemungkinan besar kawah Barujari mengalami perobahan topografinya, juga pada lereng-lerengnya yang terlanda aliran lava baru. Maka dari itu sesuai dengan rencana kerja Pelita III tahun ke 2, bagian Proyek Pemetaan …
Pada 1974, terjadi letusan di lereng gunung Batur disertai dengan aliran lava baru. Pada Agustus 1975, aliran lava tersebut telah dipetakan oleh Sdr. Soedarso, sedang kawah- kawah yang menunjukkan keaktipan sama sekali belum dipetakan. Pada Januari 1981 (SPPD No.1902/P/1980 dan 1903/P/80) makalah pemetaan topografi kaldera G. Rinjani (Lombok), Sdr. Effendi dan saya bekerja di kaldera gunung Bat…
Gunungapi Bromo yang saat ini berstatus Waspada (level II), merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Pulau Jawa. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger, dengan ketinggian mencapai 2.329 m dpl. atau 200 m dari ketinggian dasar kaldera ± 2.100 m dpl. Lokasi Gunungapi Bromo ini dikenal dengan kompleks Bromo Tengger yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolin…