Maksud dan tujuan pemetaan adalah membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tangkubanparahu, guna mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah disamping perubahan bentuk kawah, bibir kawah, sehingga dapat menunjang berbagao disiplin ilmu, khususnya dilingkungan Diektorat Vulkanologi dalam rangka penelitian kegiatan gunung tersebut.
Kegiatan inventarisasi bahan galian di Komplek Gunungapi Ijen, Kab. DT. II Banyuwangi dan DT II Bondowoso, Jawa Timur dilakukan untuk mengetahui material yang dihasilkan oleh letusan selama sejarah pembentukan Komplek Gunungapi Ijen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau bahan galian golongan C.
G. Ciremai dengan ketinggian puncak 3078 meter di atas permukaan laut terletak pada posisi geografis 108' 24' LS dan 6' 50' BT. G. Ciremai diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Ciremai di desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
G. Salak termasuk gunungapi tipe strato dengan ketinggian puncak 2211 m di atas pemukaan laut terletak pada posisi geografis 6' 43' LS dam 106' 44' BT. Secara administratif daerah G. Salak terletak di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan gunungapi Sundoro di amati secara terus menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di Desa Gentingsari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Gunungapi Sundoro secara seismik diamati oleh satu set alat seismograf (MEQ.80).
Ada beberapa aspek yang dibuat dalam pembuatan dokumentasi gunungapi antara lain yang menyangkut aspek vulkanologi, sosial, dan ekonomi yang berada disekeliling tubuh gunungapi tersebut.
Salah satu pelaksanaan dari tugas nyata Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh Staf Seksi Jawa Bagian Timur, Subdit Pengamatan Gunungapi, Direktroat Vulkanologi, pada tahun anggaran 1998/1999 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatan G. Bromo baik secara visual maupun kegampaan, yang dilakukan pada bulan Agustus - September 1999.
Untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Lamongan yang sehari - harinya dapat dimonitor yaitu dengan pengamatan visual dan kegempaan yang dapat dilakukan di Pos Pengamatan Gunungapi yang berlokasi di G. Meja. Selain pengamatan rutin yang dilakukan setiap hari pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu ranu -ranu di sekitar G. Lamongan dilakukan secara temporer.
Kegiatan vulkanik G. Slamet dipantau dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di sebelah selatan G. Slamet, tepatnya di Desa Gambuhan kecamatan Pulosari Kabupaten Pamulang Jawa Tengah pada ketinggian +1025 mdpl.
Pengukuran Deformasi Vertikal di G.. Tangkubanparahu dilakukan untuk mengetahui perubahan beda tinggi (arah vertikal) dari sebuah gunung api, guna mengetahui kegiatan di daerah gunungapi serta untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kegiatan suatu gunung api.