Berdasarkan surat undangan Ketua Umum Satgas Sus Galunggung Propinsi Daerah Tk.I Jawa Barat, tanggal 22 September 1983 No 07/UND/BINS OS/83 dan sesuai dengan disposisi Direktur Direktorat Vulkanologi No 520/Petapi/IX/83, tanggal 24 Sep- tember 1983, maka pelapor ditunjuk untuk menghadiri pertemuan tersebut yang diadakan pada hari Rabu tanggal 28 September 1983, bertempat di Ruang Kerja Assisten…
G. Galunggung merupakan salah satu gunungapi yang meletus setelah masa istirahat yang sangat panjang, yaitu 64 tahun.
Dari data-data kegempaan yang di peroleh menunjukkan pada saat ini gunung guntur dalam keadaan aktif normal. Gempa-gempa vulkanik yang terekam pada bulan januari hingga april 1997 bersumber di sekitar gunung guntur dengan kedalaman 1.7-22,5 km dan sebaran acak.
Evaluasi kegiatan G. Kelut dimaksudkan untuk mengetahui hasil dari pemantauan kegiatan seismik dan visual berupa pengukuran suhu air danau kawah, pemeriksaan sekitar kawah, dan pengambilan contoh gas.
Pemantauan deformasi dengan menggunakan metoda ungkit (tilt method) sudah lebih dua tahun dilakukan di G.Slamet, dan merupakan pendukung metoda seismik yang sudah tetap dilakukan di G.Slamet, dan merupakan pendukung metoda seismik yang sudah tetap dilakukan untuk maksud memprediksi suatu erupsi atau mengamati aktivitas G.Slamet.
Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
Sejak abad ke-19 G.Semeu sangat giat, letusannya berlangsung di kawah utama. Diketahui paling sedikit satu kali terjadi letusan samping disertai leleran lava. Semua ancaman bahaya terutama hanya mengarah ke timur dan selatan. Sebagian besar masuk dalam wilayah Kabupaten Lumajang.