Pemantauan secara visual aktivitas G.Dukono dilakukan dari Pos PGA Dukono di Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara. Hingga akhir Januari 2017, tingkat kegempaan G.Dukono secara umum masih tinggi, ditandai dengan masih terekamnya Gempa Letusan, Gempa Vulkanik dan Tremor menerus.
Mineralogy is an integral part of the undergraduate education of geologists and it may also be part of a curriculum in materials science.
G. Kie Besi merupakan sebuah pulau gunungapi, terletak di sebelah baratdaya P. Halmahera, Kabupaten Maluku Utara, Propinsi Maluku, pada posisi geografi 0° 19' Lintang Utara dan 127° 24' Bujur Timur. Diantara penduduk ada yang menyebutnya G. Kie Besi, namun pada umumnya lebih dikenal dengan G. Makian.
Gunungapi yang mempunyai nama lain Dodoko, Dodoeko, Dukoma, Tala atau Tolo ini merupakan gunungapi bertipe strato dengan sejumlah kawah aktif disekitar puncaknya. Tinggi puncaknya 1087 m di atas permukaan laut (dpl.). Terletak pada posisi geografi 1° 42' Lintang Utara dan 127° 52' Bujur Timur. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Galela, Kabupaten Maluku Utara, Propinsi Maluk…
Hasil pemeriksaan kawah dan pengamatan seismik menunjukkan bahwa gunungapi Kie Besi saat ini masih menjalani masa istirahatnya. Pesawat seismograf PS-2 (RTS) yang memantau aktifitas seismik G.Kie Besi sudah dapat beroperasi dengan baik, sehingga pengamatan seismik dapat dilakukan secara kontinyu.
Dengan telah selesainya pembangunan Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) G Dukono dan G Gamkonora di Halmahera bagian utara, Propinsi Maluku Utara, maka sejak bulan Mei 1994 kegiatan G. Dukono dan G. Gamkonora baik visual, maupun kegempaannya sudah dapat dimonitor secara terus menerus oleh Direktorat Vulkanologi melalui Pos PGA tersebut. Pos PGA G Dukono terletak di Desa Mamuya (Foto 1), Kecamata…
Sejak tahun 1988-1999 Gunungapi Anak Krakatau yang terletak di tengah-tengah Selat Sunda sudah sering mengalami letusan, letusan terakhir terjadi tahun 1999. Letusan terakhir ini dimulai tanggal 5 Februari 1999 jam 16.15 WIB, letusan diikuti oleh kepulan asap putih kelabu mencapai ketinggian 1000 m dari puncak dan disertai suara dentuman (air shock) yang cukup dahsyat. Dentuman ini sempat memec…
Untuk mengantisipasi kemungkinan letusan Gunung Gede di masa yang akan datang maka perlu dilakukan pengamatan secara intensif dan berkesinambungan. Pengamatan secara intensif terhadap kegiatan vulkanik Gunungapi Gede dilakukan sejak tahun 1985. Pengamatan dilakukan baik secara visual, pemeriksaan kawah puncak, maupun kegiatan kegempaan dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede di Ciloto.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih dari 1600 mdpl, sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 2000 C