Gunung papandayan merupakan gunungapi strato, dibangun oleh hasil erupsi eksplosif dan efusif masa lampau yang berupa bom vulkanik, lapili dan pasir hingga abu, endapan awan panas serta leleran lava.
Maksud dari pembuatan dokumentasi gunungapi Guntur ini adalah untuk melaksanakan salah satu kegiatan proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi pada tahun anggaran 2000, sedangkan tujuannya adalah untuk mengikuti perkembangan akhir dari aktifitas gunungapi itu sendiri, seperti penyebaran lava dan bentuk morfologinya.
Gunungapi Guntur termasuk gunungapi aktif tipe A yang terletak di kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat, lk.60 km disebelah Timur Kota Bandung. Nama guntur mempunyai arti suara yang menggelegar, (dalam bahasa belanda Didenberg, Matahelemual, 1989) seperti pada saat hujan bersamaan dengan halilintar, kilat, guntur dan guruh.
Laporan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai hasil pelaksanaan pemetaan geologi gunungapi Talagabodas dan sekitarnya, kabupaten Garut dan Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
tujuan utama dalam kegiatan ini adalah melengkapi data conto batuan terdahulu, yaitu pengambilan conto batuan dilereng sebelah Tenggata Gunung Papandayan
Dalam pelaksanaan lapangan, tim pemeta dibagi tiga sub tim, masing - masing Sub tim 9 mengerjakan lereng bagian selatan - barat laut, meliputi daerah Karangtumaritis, Arjuna, dan Cileuleuy. Sub tim II mengerjakan daerah puncak dan daerah bukaan kawah, meliputi daerah Bayongbong dan sekitarnya. Sedangkan Sub tim III mengerjakan lereng bagian selatan dan timur G.Papandayan, meliputi daerah Wonogi…
Pos pengamatan Gunungapi Guntur terletak di Desa Sirnajaya, guna mengetahui kegiatan kegempaannya telah dipasang pesawat seismograf HOSAKA. Pemasangan seismograf tersebut dimulai pada 20 September 1985 dengan satu komponen vertikal.
Penyelidikan petrologi di lapangan dan pemeriksaan petrog rafi di laboratorium terhadap Gunungapi G.Papandayan dimak sudkan untuk mengetahui kasus apa dalam olahan petrografi dan parameter apa bila dikembangkan dalam olahan petrokimia
Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan, yaitu sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari 1985. Cara pengamatan gempa yang diterapkan disini adalah jaringan tripartit. Sedang peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen.
Pekerjaan ini sebagai kelanjutan dari pekerjaan Sdr. A.R. Sumailani, pada tahun 1982 - 1984. Pada Juni - Juli 1984 A. Karim dan saya ditugaskan untuk melanjutkannya pekerjaan ini selama 30 hari dengan Sppd No. 615/P/84 dan no. 616/P/84