Pekerjaan ini sebagai lanjutan keempat kalinya dari pekerjaan A.R. Sumailani pada 1982, 1984, dam penulis 1984. Sehubungan dengan kurang tenaga topografiawan, maka dalam melakukan pekerjaan ini penulis dibantu langsung oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi, Penulis bekerja di lapangan selama 72 hari, sedangkan Kepala Seksi Pemetaan Topografi selama 26 hari dengan Sppd no : 1526/P/84 dan 1527/P/84.
Bulan Pebruari dan Maret 1984 dengan Sppd No. 3959, 3960, 3961/P/84 Sdr. Pandi, Effendi dan saya ditugaskan Kasi Pemetaan Topografi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, untuk melanjutkan pemetaan di sekitar gunung Guntur. Adapun daerah yang dipetakan yaitu lereng gunung sebelah baratdaya yang alur-alunya menjurus ke daerah Cipanas/Tarogong.
Pekerjaan ini sebagai kelanjutan dari pekerjaan Sdr. A.R. Sumailani, pada tahun 1982 - 1984. Pada Juni - Juli 1984 A. Karim dan saya ditugaskan untuk melanjutkannya pekerjaan ini selama 30 hari dengan Sppd No. 615/P/84 dan no. 616/P/84
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.
Pemetaan daerah bahaya G.Guntur dimaksudkan selain melakukan pengecekan keadaan kawah (kegiatan puncak) juga pemeriksaan lembah sungai yang berhulu dari daerah puncak yang akan menampung debu dan pasir hasil letusan G.Galunggung 1982 yang menutupi G.Guntur serta bahan longsoran untuk potensi banjir bandang (galodo).
Untuk mengetahui perubahan kemagnetan dari akibat adanya suatu aktivitas gunungapi, perlu dilakukan pengamatan pada titik - titik amat kemagnetan untuk mengetahui harga dasr kemagnetan disekitar gunungapi.
G.Guntur adalah gunungapi paling giat di Jawa, ia menempati nomor 2, sedangkan nomor 3 diraih G.Merapi. Meskipun gunung ini menjulang tidak lebih dari 3930' di atas dataran Garut, ia sangat ditakuti penduduk, kawahnya yang bergerigi setiap tahun jarang beberapa kali absen, dibarengi suara bergemuruh melontarkan abu, pasir, dan batu, dan menutupi dataran hijau sekitarnya dengan itu.
Pada tanggal 15 Juni 1982 dengan SPPD No. 719/P/82 dan 720/P/82, sdr. Effendi dan saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi untuk mengada kan pemetaan topografi situasi G. Guntur dan sekitarnya. Tujuan dari pada pemetaan ini pertama-tama karena telah 74 tahun belum diadakan pemetaan situasi puncak yang baru, sedangkan peta lama dibuat pada tahun 1908. Kedu…
The purpose of this field trip was to investigate the extent, thickness versus distance relationships, and source of a young scoriaceous air-fall deposit exposed in the vicinity of the Kamodjang geothermal field. This deposit was first noticed in October 1981, exposed along the highway through the Kamodjang area. The eruption of similar scoria in the future could endanger the village of Pangkal…
Pemetaan yang telah dilaksanakan bertujuan membuat peta ge-ologi terperinci berdasarkan pada data lapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta dibantu beberapa acuan da-ri penyelidik terdahulu. Lebih lanjut dari peta geologi yang dihasilkan itu diharapkan dapat diketahui evolusi Kom-pleks G. Guntur serta menunjang data terhadap pembuatan pe-ta daerah bahaya gunungapi.