G. Egon di Flores Timur termasuk salah satu gunungapi Tipe B. Sewaktu-waktu terhadap gunung ini dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kegiatan / meletus dan akan mempengaruhi kestabilan kehidupan lingkungan disekitarnya. Sebelum terjadinya dampak negatit yang ditimbulkannya maka perlu dilakukan berbagai penelitian terhadap gunungapi tersebut. Salah satu penelitian yang akan dilakukan adalah pe…
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau. Ke 21 gunung api tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaan kawah) maupun dengan kegempaan. Seismograf yang di pasang di setiap gunungapi telah beroperasi lama, sehingga sering mengala…
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun 1982 - 1983 Pelita III tahun terakhir. Penulis bersama Sdr. O. Rukman dan Yoseph Bu, ditugaskan untuk penyelidikan/pengamatan G. Rokatenda, G. Egon dan G. Kelimutu di Nusatenggara Timur. Tugas ini berdasarkan SPPD No. 336/P/1982, No. 337/P/1982 dan No. 342/P/1982.
Pemeriksaan puncak dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kegiatan suatu gunungapi saat ini. Selanjutnya diharapkan hasil pemeriksaan ini dapat menjadi bahan informasi bagi para gunungapiawan pada masa yang akan datang
Gunungapi Egon merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A dari 18 Gunungapi aktif yang terdapat di Flores. Secara administratif, G. Egon termasuk wilayah Kecamatan Wae Gete, Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan puncak tertinggi 1703 m dpl. Berdasarkan catatan sejarah, antara tahun 1888 sampai 1891, dan pada tahun 1892, pernah teramati tiang asap di atas puncak gunung egon.
Dalam Agustus 1980 dilakukan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Egon. G. Egon di Flores disebut juga G. Namang, puncaknya berketinggian 1703 m dml, termasuk kedalam wilayah Kecamatan Wai Gete, Kabupaten Sika (Maumere).Posisi geografi: terletak pada garis Lintang Selatan 8°40' dan 122°27' Bujur Timur.
Dalam rangka pelaksanaan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, tahun 1980 - 1981 Pelita III. Penulis ditugaskan untuk pemeriksaan G.Egon dan G. Rokatenda dengan maksud untuk mengetahui perkembangan/kegiatan gunungapi, secara visual maupun fisik. Dengan demikian secara langsung didapat data-data mengenai kegiatan gunungapi tersebut, apakah dalam keadaan giat atau normal
Berdasarkan SPPD No. 1317/P/1984 tanggal 6 Agustus 1984 an. Petrus Lalo dan No. 1318/P/1984 tanggal 5 Agustus 1984 an. Muh Abbas untuk penelitian kawah dan pengukuran suhu-suhu solfatara/fumarola gunungapi Rokatenda dan gunungapi Egon di Kabupaten Sikka. Berhubung SPPD terlambat penerimaannya sehingga petugas baru dapat berangkat ke Maumere tanggal 16 Agustus 1984.
Gempa Bumi berhubungan erat dengan elastisitas batuan atau lapisan bumi, ketika suatu medium telah sampai pada batas elastisnya maka medium tersebut akan pecah, patah dan sejenisnya. Pada peristiwa patahnya batuan ini batuan melepaskan energinya untuk mencapai kondisi stabik kembali yang kita kenal sebagai gempa bumi.