G. Lamongan terletak di wilayah Propinsi Jawa Timur dan meliputi wilayah Kab. Lumajang dan Probolinggo.
Pengamatan visual G.Lamongan dikerjakan setiap saat dan menggunakan alat sebuah teropong. Ukuran suhu udara menggunakan termometer, pengukur air hujan adalah gelas pengukur air hujan, dan petunjuk arah angin pengamatan langsung. Termometer, tabung air dan arah angin dibaca/dicatat tiap pkl 06.00, 12.00 dan 18.00.
Berdasarkan pengamatan visual, kegiatan G.Lamongan selama April 1984 sampai dengan Februari 1985 tidak menunjukkan adanya perubahan atau kelainan kegiatan. Asap solfatara/fumarola umumnya tampak putih tipis, tekanan gas lemah. Begitu juga suhu air ranu tidak berubah. Suhu air ranu maksimum 30'C.
G. Lamongan (1651 m di atas suka laut) merupakan sebuah gunungapi yang mempunyai banyak kawah samping (maar/ranu) maupun kerucut-kerucut parasit di sekitarnya, semuanya ada sekitar 55 buah. Tetapi dalam kesempatan ini hanya dilakukan pemeriksaan kawah enja. G. Lamongan merupakan gunungapi dengan puncak kembar, sebuah lagi dengan nama G. Tarub.
Banyak letusan telah terjadi demikian dasyatnya, disebabkan kawah letaknya tidak di tengah puncak gunung api, akan tetapi secara eksentris di pinggir puncak atau pada lereng gunung. Pada suatu erupsi puncak di tengah berukuran biasa, maka batuan dan terak yang dilontarkan tersebar kemana-mana, meluncur ke bawah sepanjang lereng gunung dan hanya akan menyebabkan kerusakan di sana. Makin jauh run…
Tulisan dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi G. Lamongan tahap ke III yang dilakukan dari tanggal 2 s/d September 1980 serta perbaikan dari laporan sebelumnya.
Gunung Lamongan (Gunung Lomongan) termasuk Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Propinsi Jawa Timur. Penyebaran produknya diperkirakan hampir campai ke daerah Probolinggo di utara corta ke daerah Lumajang di solatan. Di sebelah timur dan barat masing-masing berbatasan dongan produk Fogunungan Ijang/Argopuro dan Pegunungan Tengger/Bromo. Daorah ini diduga meliputi Kabupatan-kabupaten Besuki, je…
Sesuai dengan rencana kerja proyek penyelidikan dan pengamatan Gunungapi Direktorat Vulkanologi dalam PELITA III, dilakukan pemeriksaan kegiatan Gunung Lamongan.
Pemetaan Geologi Komplek G. Lamongan dilaksanakan secara bertahap. Tulisan ini dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi tahap ke dua yang dimulai 18 Juli sampai dengan 7 Agustus 1980.
Penyelidikan geomagnet G.Merapi dengan sistem telemetri radio telah dimulai sejak tahun 1978. Namun sampai saat ini masih sering juga timbul persoalan, misalnya kerusaken sensor akibat petir, kerusakan regulator pada shstem catu daya, dan sebagainya.