G. Lewotobi terletak di Kecamatan Wulanggitan, Kabupaten Flores Timur. Cara yang tercepat untuk mencapai gunung tersebut ialah terbang dari Surabaya atau dari Denpasar ke Maumere. Dari Maumere perjalanan bisa dilanjutkan dengan carteran Jeep sampai Kampung terdekat, dimana pendakian dimulai, yaitu Kampung Duang. Seperti halnya jalan Maumere-Ende, jalan mobil ke Duang pun bahkan sampai Larantuka…
G. Lewotobi Laki-laki adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Secara geografis terletak pada posisi 8 32 Lintang Selatan dan 122 46,5 Bujur Timur ( 1929 ) dalam Data Dasar Gunungapi Kemmerling, Indonesia oleh m K. di Kusumadinata (1979). Gunungapi ini berbentuk kerucut dengan kawahnya terbuka ke arah Utara. Tinggi puncaknya…
G. Lewotobi Laki-laki meletus terakhir pada 17 Pebruari dan 2 April 1990. Kegiatan sebelum letusan, secara visual tidak tampak gejala peningkatan kegiatan. Kecuali pada pada 28 yang sampai dengan 30 Januari 1990 teramati hembusan asap, dapat dianggap sebagai gejala awal sebelum letusan. Sebelumnya tidak pernah tampak kepulan asap dari kawahnya.
Penyelidikan petrologi didaerah Lewotobi dilakukan sesuai dengan rencana kerja seksi Petrokimia dan Subdit Analisa gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita V, triwulan III (1989 - 1990). Gunung Lewotobi adalah gunungapi tipe strato yang terletak pada 832 Lintang Selatan dan 122 46 1/2 Bujur timur (Kemmerling, 1929). Gunung ini terletak didaerah kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, mempuny…
G. Lewotobi terdiri dari dari dua kerucut gunungapi dipisahkan oleh pelana yang tingginya 1232 m di atas muka laut. Puncak sebelah Baratlaut dinamakan G. Lewotobi Laki-laki. Tinggi di atas muka laut 1584 m. Puncak sebelah Tenggaranya sejauh 2 km dinamakan G. Lewotobi Perempuan, berbentuk kerucut terpancung. Tinggi di atas muka laut 1703 terletak di Wilayah Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flor…
G. Lewotobi Laki-laki adalah gunungapi yang paling giat di Flores Lewotobi Laki-laki Timur. Dalam sejarah kegiatannya erupsi G. umumnya menghasilkan abu, pasir, lapili dan bongkah. Hanya erupsi dalam tahun 1907, 11909-1940, 1914 dan 1932-1933 diikuti oleh pembentukan kubah lava/aliran lava ( Lampiran 1). Tahun letusan yang diketahui dalam sejarah kegiatannya adalah dalam tahun 1861, 1865, 1868,…
Unsur-unsur utama dan unsur-unsur renik dari batuan gunungapi, ditunjang dengan data-data lainnya seperti geofisika, data seisimik, analisis air dan gas, serta pengatamatan visual, dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik gunungapi tersebut. Data-data ini penting untuk peramalan secara kualitatif terhadap letusannya di masa datang.