Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.1880/P/80 tanggal 1 Desember 1980, penulis bersama dengan dua orang pengamat dari G. Merapi di Pos Babadan dan Plawangan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah G. Merapi.
Akibat turunnya hujan yang lebat dipuncak gunung maupun disekitarnya mengakibatkan air hujan itu massanya besar dan menjadi motor membawa/mengikis material - material berupa guguran lava dan hasil - hasil letusan yang terendap dilereng - lereng gunung dan dilembah - lembah sungai.
Dengan surat perintah No. 4174/S/1975, tanggal 4 Oktober 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan pengamatan lahar di sungai-sungai sebelah baratdaya Gunung Merapi; sehubungan dengan banjir yang terjadi tanggal 4 Oktober 1975.
Antara tanggal 19 hingga 30 November 1961 telah dilakukan pemotretan dari udara diatas daerah sekitar G.Merapi, Djawa Tengah, dengan maksud untuk mengumpulkan keterangan - keterangan jang nantinya dapat dipakai sebagai pegangan pada penafsiran daerah - daerah jang akan bandjir serta akibat2nja.
According daily reports from a mantrie-observer at Haron, during the first half of November 1930 there was many white vapour forning on the top of the Herapi, but nearly everyday he reported, that no stone avalanches were heard.
Metoda seismik merupakan metoda yang sangat penting dalam mempelajari gunungapi, khususnya di Seksi Penyelidikan Gunung Merapi (PGM) metoda ini sangat berguna dalam peramalan kegiatan G.Merapi dan dalam mempelajari sifat - sifatnya.
Volcanio gases are the primo mover of the eruptions which drags the magma up towards the earth's surface. And because of their much lower viscosity, volcanic gases are far more fast than the magma they come from to give some informa-tions.
Merapi volcano is one of the most active volcanoes of Indonesia. The activity was dated back to the year 1006, when the volcano erupted violently destroying the Kingdom of Mataram and buried the Borobudur temple.
Pekerjaan perbaikan peralatan survey Geomagnit dilapangan ini dilaksanakan bulan Juni 1986 berdasarkan surat perintah perjalanan dinas SFFD No. 425/2/1986 adalah merupakan kelanjutan dan penyempumaan pekerjaan terakhir sebelumya yang disana sini masih terdapat kekurangan disebabkan keterbatasan waktu pelaksanaan pekerjaan dan biaya.
Berdasarkan berita yang diterima dari Pos Pengamatan G. Merapi di Plawangan yang melaporkan adanya kemungkinan kerusakan pada peralatan geomagnet dari stasion lapangan Jumoyo yang selama beberapa waktu tidak berfungsi.