Yang dipergunakan pengukuran ialah : pesawat Theodolite Kern KO-S, dengan dilengkapi Kompas merk Kern, yang dipasang di atas pesawat Theodolite tersebut. Pekerjaan tersebut dimulai dari titik tetap Q.308, yang ketinggiannya + 1255,20 m dari permukaan laut, menuju ke tempat pemasangan pesawat Seismometer.
G. Marapi terletak si Provinsi Sumatera Barat, meliput Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Posisi geografis 0 derajat 22'47,72" Lintang Selatan dan 100 derajat 28'16,71" Bujur Timur, dengan ketinggian 2891,3 meter di atas muka laut.
Pada pertengahan bulan November 1981 yang lalu daerah Sumatera Barat telah terjadi gempa yang cukup kuat beberapa kali beruntung mengguncangkan Kota Padang, Padang Panjang sampai Bukittinggi dan sekitarnya.
Pengamatan visual sering kali terhalang cuaca yang buruk, kabut mendung, gerimis - gerimis hujan yang menutup tubuh G. Merapi. Selama waktu cerah yang sejenak, asap, solfatar woro, Gendol, dan ladang yang lain berhembus dengan tekanan lemah setinggi maksimum 400 m. Dari Pos Pengamatan Babadan, Plawangan, dan Ngepos termati kubah lava yang meninggi dan bertambah besar.
Dalam rangka melaksanakan salah satu tugas dari Seksi instrumentasi Gunungapi, dalam hal peralatan penyelidikan, perlu di lakukan pengecekan dan perbaikan secara berkala, peralatan seismik yang terpasang di sekitar Guunung Merapi.
Untuk dapat mengetahui tingkat kegiatan suatu gunungapi maka perlu dilakukan secara menerus pendataan dan interpretasi kegiatan seismiknya.
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para pengamat dari Pos Pengamatan G. Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan serta pengukuran suhu solfatara di G. Merapi.
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.1880/P/80 tanggal 1 Desember 1980, penulis bersama dengan dua orang pengamat dari G. Merapi di Pos Babadan dan Plawangan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan kawah G. Merapi.
Akibat turunnya hujan yang lebat dipuncak gunung maupun disekitarnya mengakibatkan air hujan itu massanya besar dan menjadi motor membawa/mengikis material - material berupa guguran lava dan hasil - hasil letusan yang terendap dilereng - lereng gunung dan dilembah - lembah sungai.
Dengan surat perintah No. 4174/S/1975, tanggal 4 Oktober 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan pengamatan lahar di sungai-sungai sebelah baratdaya Gunung Merapi; sehubungan dengan banjir yang terjadi tanggal 4 Oktober 1975.