Diantara gunungapi aktif di Indonesia yang terkenal dengan sebutan gunungapi yang tidak pernah istirahat atau selalu menampakkan aktivitas letusannya, yaitu G. Semeru selalu menunjukkan aktivitas letuan abu rata-rata setiap 20-30 menit. Gunungapi yang memiliki tipe strato ini secara adminsitrasi berada pada wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
G. Semeru merupakan gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi dinamai Mahameru (+3676 m dpl) yang merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko.
Gunungapi Semeru, Bromo dan Lamongan merupakan tiga gunungapi aktif di Indonesia, secara Geografis posisinya saling berdekatan dan memungkinkan untuk dipantau daru satu tempat, yaitu dari Pos PGA G. Semeru di Gunung Sawur. Aktivitas dari ketiga gunungapi ini cukup tinggi. Aktivitas G. Semeru sehari-harinya ditandai dengan terjadinya letusan asap, kadang-kadang disertai dengan guguran.
G. Semeru termasuk gunungapi Tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi G.Semeru dinamai Mahameru (+ 3676 m dpl) merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko,
Menurut klasifikasi Gill (1981), batuan komplek G. Semer - Jambangan berkomposisi basalt, andesit basa, andesit asam dan dasit dengan kadar K-sedang. Batuan lava umumnya bertekstur porfiritik terdiri dari plagioklas, piroksen, kurag lebih olivin, kurang lebih amfibol, mineralopak, gelas vulkanik, kurang lebih olivin. Dari data petrografi dan geokimia menunjukkan batuan komplek gunungapi Semeru …
Penelitian ini dimaksudkan sebagai langkah preventif antisipasi dampak negatif yang timbul apabila terjadi letusan G.Semeru melalui pemantauan secara terus meneus dan temporer secara terpadu baik secara visual, seismik, deformasi (tilt, GPS) dan pemodelan mekanisme sumber.
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan serta memberikan pengarahan - pengarahan kepada penduduk disekitar Daerah Bahaya G.Semeru yang diprakarsai oleh Pemda Lumajang, Direktorat Vulkanologi diundang untuk memberikan penjelasan tentang keadaan G.Semeru saat ini serta bahayanya. Pertemuan ini akan diadakan pada tanggal 26 Desember 1995 di Kabupaten Lumajang, yang dihadiri oleh para Ca…
Pada tanggal 20 Juli 1995 terjadi awanpanas guguran, peristiwa ini didahului oleh gempa letusan pada jam 11.20 WIB (terekam pada seismograf), kemudian jam 11.40 WIB terekam gempa guguran, saat itu G. Semeru diselimuti kabut tebal sehingga petugas pengamat masih ragu antara awanpanas atau banjir. Setelah dicari informasi ternyata di puncak tidak ada hujan, petugas pengamat berkesimpulan bahwa it…
Penyuluhan vulkanologi di daerah Gunung Semeru telah dilakukan 8-9 Desember 1986 atas realisasi dana Pelita IV Th - 3/ 1986 - 1987. Proyek Peningkatan Penyuluhan Vulkanologi. Namun berkenaan dengan erupsi G.Kelut 10 Februari 1990 serta adanya pemberitaan pada mess media cetak yang isinya menimbulkan keresahan di masyarakat khususnya yang berada di sekitar G.Semeru, maka perlu diadakan penyuluha…