Pada tanggal 17-7-1985 penulis dan Sdr. E.Sihat dengan Sppd No. 1220/P/85, 1221/P/85 ditugaskan ke daerah ini guna mengadakan pemetaan yang baru. Dalam pelaksanaan pemetaan ini kami mempegunakan alat seperti : a) T.O. Wild Complit b) Rool meter c) Calculator d) Altimeter e) Peta - peta lapangan.
Menurut Surat Perjalanan Dinas No. 213/P/1984 tertanggal 23 April 1984, penulis ditugaskan melakukan pengamatan visual kegiatan Gunung Semeru selama 25 hari, berangkat dari Bandung pada 26 April 1984, sekaligus memeriksa Besuk Kobokan dan beberapa sungai sekitarnya untuk menilai potensi penyelewengan atau peluapan banjir lahar saat hujan. Pengamatan akhir April hingga pertengahan Mei 1984 menun…
Pengamatan seismik terhadap kegiatan G. Semeru dilakukan dari Fon Argosuko dan G. Samur. Pengamatan tersebut sangat perlu, kerana dengan menggunakan seismograf kegiatan gempa gunungapi yang erat hubungannya dengan letusan dapat diamati selama 24 jam. Gojala tab. merupakan salah satu dari semaa gejala vulkanik yang harus diamati yang sangat membantu penganatan visual. Pengamatan seismik yang dil…
Letusan - letusan asap terjadi dengan selang waktu antara 10 - 15 menit, asap tebal bergumpal berwarna putih keabuan kadang - kadang jka letusan lebih besar warna asapnya agak kehitam - hitaman. Tekanan kuat dan asap mencapai tinggi lk.600 - 700 m dari puncak.
Banyak letusan telah terjadi demikian dasyatnya, disebabkan kawah letaknya tidak di tengah puncak gunung api, akan tetapi secara eksentris di pinggir puncak atau pada lereng gunung. Pada suatu erupsi puncak di tengah berukuran biasa, maka batuan dan terak yang dilontarkan tersebar kemana-mana, meluncur ke bawah sepanjang lereng gunung dan hanya akan menyebabkan kerusakan di sana. Makin jauh run…
Letusan hampir terus menerus terjadi setiap bulannya. Demikian pula guguran - guguran lava yang diselingi oleh awan panas guguran. Semuanya masuk ke jurusan Besuk Kobokan dan Besuk Kembar. Letusan - letusan yang terjadi hanya menyebabkan hujan abu di sekitar puncak saja, kecuali bila pada saat letusan bertiup angin yang sangat kencang, abu dapat mencapai desa di lereng atas G. Semeru.
Pada Mei 1981 A.D Wirasaputra, M.S.Santoso, P.Kasturian, A.D.Sumpena dan saya dengan SPPD n 180/P/1981, n 179/P/1981, n 181/P/1981, n 178/P/1981 ditugaskan ke G. Semeru selama lk. 10 Hari. Tujuannya untuk memetakan endapan awan panas hasil letusan 28 Maret 1981 dan daerah yang kena lahar hujan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 1981.
Karena hujan yang sangat lebat yang turun di sekitar G. Semeru pada 14 Mei 1981, telah terjadi suatu longsoran di lereng sebelah timur G.Semeru pada ketinggian antara 1300 sampai 2000 m dari muka laut. Bahkan rombakan tersebut bersama air hujan dalam jumlah yang besar telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di sungai - sungai yang mengalir ke arah timur. Menimbulkan banyak korban manusia ma…
Pada tanggal 7 sampai dengan 21 Mei 1981 Tim dari seksi pemetaan geologi endapan gunungapi, Direktorat Vulkanologi, mengadakan perjalanan ke Gunung Semeru (Jawa Timur) dan Gunung Agung (Bali). Perjalanan ini dimaksudkan untuk mengetahui ciri endapan awanpanas serta endapan lahar baik di Gunung Semeru maupun di Gunung Agung, karena endapan yang diamati tersebut jelas tercatat sejarah.
Untuk melengkapi kebutuhan data kordinat dan tinggi diatas muka laut di Pos pengawasan G. Semeru (G. Sawur dan Tawonsongo), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut.