Gunungapi Slamet termasuk gunungapi tipe strato, merupakan gunungapi kedua paling tinggi di Pulau Jawa setelah G, Semeru. Bentu lerengnya teratur kecuali di bagian lereng barat laut dan barat daya. Sejarah letusan G. Slamet mulai tercatat oada tahun 1772 dan termasuk gunungapi yang meletus melalui beberapa lubang letusan di dalam Kawah IV.
Secara administrative, kompleks ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Dataran tinggi ini dapat dicapai dari dua arah, yaitu dari Kota Banjarnegara dengan waktu tempuh sekitar dua jam dan dari Wonosobo dengan waktu tempuh sekitara satu jam berkendara. Tercatat hingga saat ini terjadi setidaknya 15 kali letusan di Dataran Tinggi Dieng.
Gunungapi Dieng merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strarto dengan lapangan solfatara dan fumarola serta banyak kawah (cone). Secara geologis, Pegunungan Dieng merupakan daerah yang banyak terdapat patahan atau sesar. Struktur runtuhan kompleks Dieng pada akhir Pleistocene menghasilkan rekahan (Fault) yang luas.
Komplek Pegunungan Dieng terdiri dari dua gunungapi tipe A, yaitu G. Butak Petarangan dan G. Dieng. G. Butak Petarangan merupakan gunungapi strtao dengan ketinggian 2222 meter, kawahnya dikenal dengan nama Kawah Telaga Dringgo dan lapangan fumarolanya Condrodimuko, sedangkan G. Dieng merupakan pegunungan yang memiliki banyak kerucut dan banyak lapangan fumarolanya.
Gunungapi Slamet adalah gunungapi berbentuk kerucut, ketinggian puncaknya dalah 3.432 mdpl, gunung tertinggi kedua di Pulau JAwa Setelah G. Semeru (3. 690 m dpl). Secara administratif masuk Provinsi Jawa Tengah dalam 5 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Purbalingga, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Pemalang. Catatan sejarah kegiatan G. Salamet menunjukkan gunungapi ini sering meletus, baik eksplosi…
Gunungapi Slamet adalah gunungapi tipe strtao dengan tinggi puncak 3432 meter di atas permukaan laut yang muncul dalam busur magamatik Sunda di Pulau Jawa. Gunungapi ini terbentuk sebagai konsekuensi dari dinamika penunjaman lempeng lautan Indo-Australia ke bawah lempeng benua Eurasia dengan arah relatif ke utara.
Gunungapi Slamet adalah gunungapi berbentuk kerucut, ketinggian puncaknya adalah 3.432 m (dpl), gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Semeru (3.690 m dpl). Secara administratif masuk dalam Provinsi Jawa Tengah dan 5 wilayah, yaitu: Kabupaten Purbalingga, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Pemalang. Catatan sejarah kegiatan G. Salamet menunjukkan gunungapi ini sering meletus.
Gunungapi Slamet adalah gunungapi berbentuk kerucut, ketinggian puncaknya adalah 3.432 m (dpl), gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah G. Semeru (3.690 m dpl). Secara administratif masuk dalam Provinsi Jawa Tengah dan 5 Kabupaten yaitu: Purbalingga, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Pemalang. Catatan sejarah kegiatan G. Slamet menunjukkan gunungapi ini sering meletus.
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng kerang bumi (Lempeng Benua Asia, Lempeng Samudera Hindia-Benua Australia dan Lempeng Samudera Pasifik), sehingga terbentur jalur tektonik yang menimbulkan rawan bencana geologi (Gempa bumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah). Di Indonesia terdapat 127 buah gunungapi aktif yang setiap saat dapat meletus dan mengancam penduduk sekitarnya.
Gunungapi Slamet adalah gunungapi tipe strato dengan tinggi puncak 3432 meter di atas permukaan laut yang muncul dalam busur magmatik Sunda di Pulau Jawa. Gunungapi ini terbentu sebgai konsekuensi dari dinamika penunjaman lempeng lautan Indo-Australia ke bahwa lempeng benua Eurasia dengan arah relatif ke utara.