Dieng merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang berada di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Sebagai komplek gunungapi yang telah mengalami evolusi sejak Kuarter Bawah, fase vulkanisme Dieng termuda menghasilkan sistem monogenetik dengan membentu, sedikitanya 16 pusat erupsi berupa kawah dan kubah pada bagian tenggara dasar Kaldera Dieng.
Gunungapi Sundoro adalah salah satu dari 5 Gunungapi aktif tipe-A di Jawa Timur terletak di Kabupaten Temanggung (sebelah Barat), Kabupaten Wonosobo (sebelah timur) Jawa tengah. Ketinggian Puncaknya 3150.7 m di atas permukaan laut (dp). Kegiatan gunungapi Sundoro yanh tercatat dalam sejarah berupa letusan abu mulai tahun 1818, aktivitas gunungapi kembali tenang selama lebih kurang 60 tahun dan ā¦
Gunungapi Sumbing merupakan salah satu dari 127 gunungapi aktif tipe A di Indonesia yang bertipe strtao berbentuk kerucut stangkup (hampir simetris) dengan bentuk morfologi puncak berelief kasar. Puncak tertingginya diperlihatkan oleh kenampakan Gunungapi Sumbing sendiri dengan ketinggian kurang lebih 3371 m dpl.
G. Slamet yang disebut juga G. Slamat adalah gunungapi aktif tipe A berbentuk strato. G. Slamet dengan ketinggian 3432 mdpl, terletak di Kab pemalang, Kab Banyumas, Kab Brebes, Kab Tegal, dan Kab Purbalingga, Propinsi Jawa Tengah, Kota terdekat adalah Bumiayu, Purwokerto, dan Purbalingga. Nama lain G. Salamet adalah Gunung Slamat.
Gunungapi Dieng merupakan komplek gunungapi yang dikenal dengan kompleks Dieng. Kompleks ini memiliki banyak kawah, diantaranya Kawah Timbang, Kawah Sikidang, Kawah Upas, Kawah Sileri, Kawah Condrodimuko, Kawah Sibanteng, dan KAwah Telogo Terus. Karakteristik erupsi G. Dieng berupa erupsi freatik, hembusan gas beracun, dan hembusan fumarola dari beberapa kawah yang ada di kawasan tersebut.
Gunungapi Slamet termasuk gunungapi tipe strato, merupakan gunungapi kedua paling tinggi di Pulau Jawa setelah G, Semeru. Bentu lerengnya teratur kecuali di bagian lereng barat laut dan barat daya. Sejarah letusan G. Slamet mulai tercatat oada tahun 1772 dan termasuk gunungapi yang meletus melalui beberapa lubang letusan di dalam Kawah IV.
Secara administrative, kompleks ini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Dataran tinggi ini dapat dicapai dari dua arah, yaitu dari Kota Banjarnegara dengan waktu tempuh sekitar dua jam dan dari Wonosobo dengan waktu tempuh sekitara satu jam berkendara. Tercatat hingga saat ini terjadi setidaknya 15 kali letusan di Dataran Tinggi Dieng.
Gunungapi Dieng merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strarto dengan lapangan solfatara dan fumarola serta banyak kawah (cone). Secara geologis, Pegunungan Dieng merupakan daerah yang banyak terdapat patahan atau sesar. Struktur runtuhan kompleks Dieng pada akhir Pleistocene menghasilkan rekahan (Fault) yang luas.
Komplek Pegunungan Dieng terdiri dari dua gunungapi tipe A, yaitu G. Butak Petarangan dan G. Dieng. G. Butak Petarangan merupakan gunungapi strtao dengan ketinggian 2222 meter, kawahnya dikenal dengan nama Kawah Telaga Dringgo dan lapangan fumarolanya Condrodimuko, sedangkan G. Dieng merupakan pegunungan yang memiliki banyak kerucut dan banyak lapangan fumarolanya.
Gunungapi Slamet adalah gunungapi berbentuk kerucut, ketinggian puncaknya dalah 3.432 mdpl, gunung tertinggi kedua di Pulau JAwa Setelah G. Semeru (3. 690 m dpl). Secara administratif masuk Provinsi Jawa Tengah dalam 5 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Purbalingga, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Pemalang. Catatan sejarah kegiatan G. Salamet menunjukkan gunungapi ini sering meletus, baik eksplosiā¦