Dua buah gunungapi aktif tipe strato doma lava dan strato, terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusatenggara Timur. Kedua gunungapi tersebut dipisahkan oleh pelana pada ketinggian 1232 m diatas muka laut. Yang berada di sebelah Baratlaut pelana tinggi puncaknya G. Lewotobi Laki-laki. Posisi geografinya 8° 32'Lintang Selatan, 1220 46,5' Bujur Timur (Kemerling, 19…
Di puncak G. Kelimutu terdapat tiga kawah dengan warna air yang berbeda. Dalam periode tahun 1980 hingga 2000 air kawah tersebut sering berubah. Perubahan warna air kawah yang paling serting terjadi ialah di Kawah Tiwi Ata Polo menyusul Kawah Tiwu Nuwa Kooh Fai dan di Kawah Tiwi Ata Mbupu. Hasil korelasi dengan curah hujan menunjukkan bahwa perpubahan warna air kawah sering terjadi pada waktu m…
Sulfat, aluminium dan besi merupakan komponen berkonsentrasi tinggi yang terdapat dalam air Danau Kawah Ijen dan dapat diambil untuk dimanfaatkan sebagai bahan yang berguna. Senyawa sulfat berasal dari hasil aktivitas magmatik gunung Ijen yang berupa gas SO2, H2S yang kemudian dengan adanya air permukaan dan oksigen/udara berubah menjadi asam Sulfat.
Aluminium dan besi merupakan logam berat yang terdapat dalam air kali banyupait dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Kedua unsur logam ini berasal dari hasil interaksi antara cairan asam yang terbentuk dari gas vulkanik Gunung Ijen dengan batuan permukaan atau yang dilalui oleh cairan tersebut. kandungan logam aluminium dan besi dalam air kali Banyupait yang tinggi menjadi sumber polutan yang…
Air Danau Kawah Ijen merembes melalui batuan piroklastik dan mengalir dalam air kali banyupait. Senyawa sulfat dalam air kali Banyupait yang berasal dari hasil aktivitas vulkanik gunung Ijen merupakan bahan yang konsentrasinya paling tinggi. Material lain yang juga berkonsentrasi tinggi adalah khlorida, gas karbondioksida, aluminium dan besi. Semua unsur/senyawa vulkanik yang terlarut dalam air…
Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang mempunyai begitu banyak gunungapi aktif di dunia, dengan jumlah mencapai 129 buah yang dibagi ke dalam tipe A, B dan C. Oleh karena itu perlu adanya penanganan yang serius baik untuk mengantisipasi apabila terjadi letusan maupun penanganan dalam rangka pemanfaatan sumberdaya alamnya untuk kepentingan ekonomi.
Gunung Ijen adalah gunungapi yang masih aktif sampai saat ini di kompleks kaldera Ijen (G.Kendeng). G Ijen adalah salah satu kerucut gunungapi dari 22 kerucut gunungapi yang terdapat dalam kompleks ini. Gunungapi ini mempunyai dananu kawah di puncaknya yang merupakan kawah terakhir yang terbentuk dari beberapakali perpindahan kawah-kawah yang pernah terjadi.
Gunung ijen merupakan salah satu gunungapi aktif yang tumbuh pada tepian kaldera ijen yang mempunyai air danau kawah dengan derajat keasaman tinggi dengan PH kurang dari 0,50. Pada sisi bagian barat yang mengarah kehulu sungai banyupait dibangun infrastruktur berupa tanggul atau dam pada tahun 1921 dan telah direnovasi pada tahun 1986.
Dahulu kala gunungapi ini sangat besar bentuk fisiknya kemudian tercabik-cabik oleh letusan besar (violent eruption) dalam tiga periode yang diperkirakan mulai terjadi pada 3500 tahun lampau. Letusan terseut menghasilkan lubang yang sangat besar berukuran 19x21 km di bagian lantai dan 22x25 km di bagian atas yang kemudian dikenal dengan Kaldera Ijen (H.Sundoro, 1990).
Selama penelitian dilakukan pada Mei 2001, Secara visual G.Tangkubanparahu tidak menunjukkan perubahan kegiatan vulkanik yang berarti bila dibandingkan dengan penelitian tahun 2000. Secara administratif gunungapi tangkuban parahu termasuk ke dalam kabupaten subang di bagian utara dan kabupaten bandung di bagian selatan, provinsi Jawa Barat.