Evaluasi lahar ini disusun sebagai kelanjutan hasil pertemuan unsur SATKORLAK PBA Tingkat I Jawa Barat yang diadakan hari Selasa tanggal 9 Agustus 1983 di Ruang Sidang Gedung Sate, Jln. Diponegoro 22, Bandung. Pada waktu itu penulis ditunjuk mewakili Direktur Direktorat Vulkanologi. Materi tulisan ini pada dasarnya telah diungkapkan dalam pertemuan tersebut, namun beberapa informasi ditambahkan…
Penulis melaksanakan dan mengerjakan pemeriksaan lahar di daerah G. Galunggung di wilayah Tk. II Tasikmal aya berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.692/P/1983, tertanggal Bandung 25 Juni 1983, selama 14 hari. Maksud pemeriksaan (survei) lahar tersebut adalah untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyelewengan/peluapan banjir labar di Sungai-sungai: Ci Mampang, Ci Loseh, Ci Banjaran, …
Sejak tahun 1822 G. Galunggung riwayatnya baru dapat tercatat agak jelas kegiatannya, karena ada letusan besar pada tahun tersebut dengan mengelu-arkan awan panas dan aliran lahar, hingga menimbulkan korban jiwa sebanyak 4011 orang. Kejadian tersebut adalah 160 tahun yang lampau, dimana dapat diperkirakan bahwa penghuni di sekitar gunung tersebut masih termasuk ja-rang sekali, tetapi telah jatu…
Dengan maksud untuk mengetahui perubahan kegiatan secara visual dan pembentukan kubah lava G. Merapi pada waktu ini serta melihat segala perubahan keadaan sungai sehubungan dengan telah terjadinya aliran lahar dalam musim hujan ini.
Maksud penugasan tersebut untuk pemeriksaan peluapan dan pe-nyebaran lahar serta pembuatan penampang di Besuk Tengah hingga Besuk Sat, sampai di pertemuan dengan Besuk Tunggeng; Besuk Tunggeng hingga K. Pitik, ialah pada ketinggian 1k. 680 m dari permukaan laut; K. Liprak K. Regoyo, K. Rejali, K. Glidik dan Besuk Bang.
Maksud pembuatan penampang tersebut untuk mengeta-hui isi kosong sungai-sungai: 1. Lahar Badak-Lahar Termas, mengalir ke jurusan baratdays dari G. Kelut. 2. K.Ngobo K.Dermo, mengalirnya ke jurusan baratlaut da-ri G. Kelut.
Salah satu usaha penanggulangan yang akan terjadi, yaitu untuk mengurangi bahaya dan kerusakan yang di akibatkan oleh bahan letusan. P.U. telah membuat beberapa buah tanggul serta dan diantaranya adalah : di Besuk Kobokan, letaknya di sebelah bawah Pos Pengairan Besuk Kobokan, pada cabang Besuk Kobokan dan Radjali juga di buatkan beberapa tanggul untuk membelokkan arah aliran sungai tersebut.
Dengan maksud untuk mengetahui perubahan kegiatan secara visual dan pembentukan kubah lava G. Merapi pada waktu ini ser ta melihat segala perubahan keadaan sungai sehubungan dengan to lah terjadinya aliran lahar dalam musim hujan ini, penulis ber-sama dengan empat orang pengamat dari G. Merapi ditugaskan un-tuk melakukan pemeriksaan. Bersama dengan dua orang Pengamat dari G. Merapi melakukan me…
Banjir lahar hujan tgl.25 November 1976, secara langsung ter- lepas dari tingkat kegiatan G.Merapi saat ini (pembentukan kubah lava). Penyebab utama peristiwa tersebut ialah hujan lebat yang turun di daerah lereng bagian atas.
Survei dilaksanakan untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang diakibatkan lahar hujan, lokasi penyimpangan/peluapan lahar hujan, serta Desa-desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan