Peninjauan perkembangan lahar Gunung Kelut dilakukan pada bulan Mei 1992, terutama untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan lahar setelah musim penghujan sampai bulan Mei 1992, sehingga untuk musim hujan berikutnya bisa diperkirakan daerah atau tempat mana saja yang mungkin akan terlanda dan langkah - langkah penanggulangannya.
Penyuluhan bahaya lahar G.Kelut dilakukan dengan cara ceramah, juga disertai sajian rekaman video letusan gunungapi, letusan G.Galunggung th 1982/1983, dan contoh jenis - jenis bahaya akibat langsung gunungapi. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada malam hari dengan harapan yang hadir selain seluruh Aparat semua kecamatan dan desa yang bersangkutan, juga tokoh masyarakat setempat.
Penelitian laharan dan geologi di daerah K.Putih dan sekitarnya dimaksudkan untuk menentukan penyebaran lahar yang terjadi sebagai akibat aktivitas G. Merapi yang telah berlangsung. Hasil perhitungan volume material yang tersebar dikaitkan dengan perhitungan volume kosong akan dapat diketahui volume lahar yang mungkin terjadi dan kemungkinan daya tampung sungai yang dilalui.
Penelitian laharan dan geologi yang dilakukan di daerah K. Senowo, K.Lamat, K. Blongkeng dan sekitarnya dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran awan panas dan lahar yang terjadi sebagai akibat aktivitas G. Merapi yang sedang berlangsung.
Pada bulan Januari 1990 Regu Laharan melakukan pengamatan dilapangan dalam rangka mengevaluasi daerah yang terancam bahaya letusan di bagian Baratdaya Gunung Merapi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tempat - tempat yang kemungkinan kena lahar/letusan Gunung Merapi diwaktu - waktu yang akan datang.
Skripsi utama ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang penulis lakukan sendiri dari tanggal 24 Agustus s/d 19 Oktober 1964. Skirpsi mana harus dibuat dalam semester ke VI, kurikulum akademi geologi dan pertambangan, dan merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian terakhir pada akademi geologi dan pertambangan di Bandung.
G. Semeru sampai saat ini masih terus berkeja aktif sehingga membahayakan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya. Dalam hal ini bahaya G. Semeru dibagi dalam dua macam: a. Bahaya Primer (langsung); yakni bahaya letusan (erupsi) dan awan panas (nuee ardente) b. Bahaya sekunder (tidak langsung); yakni bahaya yang timbul sesudah terjadinya letusan, yaitu banjir lahar yang mengangkut bahan-…
Skripsi ini ditulis beradasarkan pekerjaan lapangan disekitar daerah bahaya lahar dingin disebelah tangara dari G. Semeru. Gunung ini mempunyai tipe vulkaan dan merupakan puncak tertinggi diseluruh pulau Jawa.
Komplek Gunungapi Ijen merupakan gunungapi strato yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dengan karakteristik yang khas berbeda dari gunungapi lainnya di Indonesia. Komplek Ijen adalah suatu komplek gunungapi yang terdiri dari beberapa gunungapi yang tumbuh di sekitar dinding kaldera dan di dalam kaldera ljen Tua. Kawah Ijen adalah salah satu gunungapi yang sampai saat ini masih aktif yang tu…
A additional complexity of volcanic activity is the need to place it in a human context in order to avoid volcanic disaster. Photo-interpretation of the existing aerial photographs at 1: 50,000 scale dating from 1982 has been undertaken to greatly Increase the efficiency of the volcanic hazards survey at Semeru vulcano. This photo-interpretation map has been checked in the field, and a geomorph…