Sigi kelandaian lereng sekitar G. Tangkuban Parahu dimaksudkan untuk memonitor kegiata tersebut dihubungkan dengan perubahan harga kelandaian lereng yang dihasilkan dari pengukuran kelandaiannya.
G. Dieng merupakan gunungapi aktif di Jawa Tengah. Terletak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjar Negara. Gunungapi ini merupakan bagian dari dataran tinggi Dieng. Mempunyai banyak kawah yang umumnya merupakan danau kawah. Kegiatan gunungapi ini di sebagian kawah kadang-kadang disertai gas racun dengan kadar di bawah ambang batas, tetapi ada pula yang lebih tinggi.
Atas catatan sejarah erupsi G. Papandayan, maka yang sangat penting dalam kegiatan gunungapi ini adalah produk letusan 1772 sebagai letusan yang menghasilkan debris apalanche. Oleh karenanya ke 4 penasihat akhli ini bersama-sama dengan tim-tim dari Pemetaan Geologi G. Api, Penanggulangan Bencana, Petrokimia bermaksud untuk menyelusurinya.
Dalam penyelidikan petrokimia di G.Kelut, Sub Tim terdiri atas Ir.M.Z. Sjarifudin (394/P/86), Rakimin IIBSc. (393/P/86), Dedu Supriadi (392/P/86) dan dibantu beberapa tenaga harian lepas setempat.
Pada Oktober, Desember 1985 dan Januari 1986, penulis bersama E. Sihat di tugaskan untuk mengadakan pemetaan topografi di sekitar K. Besuk Sarat, Besuk Kembar, Besuk Bang, K. Lengkong yang termasuk kecamatan Pronojiwo kabupaten Lumajang. Pemetaan ini merupakan lanjutan pemetaan terdahulu di bagian selatan K. Glidik, dimana kali-kalinya berhulu dibagian lereng gunung Semeru bagian selatan. Kuran…
Untuk mendapatkan hasil rekaman berupa data kegiatan Seismik gunungapi yang baik diperlukan pengecekan/perbaikan dan kalibrasi kembali pada semua peralatan seismograph yang dipakai disekitar gurunungapi tersebut.
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 dml. Diapit oleh G. Tengger yang merupakan sebuah kaldera dan G. Hiyang Argopuro, gunungapi yang sudah dianggap sudah padam.
Sesuai dengan rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Proyek Pemetaan Geologi Gunngapi, dalam Pelita IV tahun pertama (1984-1985), maka pada tanggal 11 Desember 1984 Kepala Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya telah menugaskan satu tim untuk mengadakan pemetaan ulang daerah bahaya G. Ijen.
Berhubung adanya desas desus bahwa pertengahan Oktober 1985 terjadi letusan Gn. Galunggung, maka penulis dan K. Resti kajaya dibantu Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi D 3511 W ditugaskan ke Gn. Galunggung dengan Sppd No. 2399/P/85, selama 14 hari untuk mengadakan penelitian dan pemgukuran deformasi di sekitar G. Galunggung yaitu pada ketinggian 870 m dpl.
Gunung Gede terletak pada lembar peta topografi no. 37/XXXIX-B, Juga lokasi daerah yang diukur masih pada lembar tersebut diatas. Posisi geografinya pada 6°47 LS 106°59' BT.