Dengan surat perintah No. 4174/S/1975, tanggal 4 Oktober 1975, penulis ditugaskan untuk melakukan pengamatan lahar di sungai-sungai sebelah baratdaya Gunung Merapi; sehubungan dengan banjir yang terjadi tanggal 4 Oktober 1975.
Pada tanggal 9 Februari 1975 jam 11.45 lebih dari 33 detik terjadi gempa bumi di daerah Sukabumi dan sekitarnya akibat tersebut banyak bangunan - bagunan yang rusak retak - retak bahkan ada yang roboh pula.
Penulis melaksanakan dan mengerjakan pemeriksaan lahar di daerah G. Galunggung di wilayah Tk. II Tasikmal aya berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.692/P/1983, tertanggal Bandung 25 Juni 1983, selama 14 hari. Maksud pemeriksaan (survei) lahar tersebut adalah untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyelewengan/peluapan banjir labar di Sungai-sungai: Ci Mampang, Ci Loseh, Ci Banjaran, …
Menurut laporan bulanan dari pos Pengamatan Plawangan lewat Kepala Sub Dit. Laboratorium Gunungapi, sejak tanggal 7 November 1982 peralatan geomagnet di Plawangan tidak bekerja dengan baik
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 2445/P/1982, tertanggal Bandung, 21 Oktober 1982, penulis ditugaskan ke daerah bagian baratdaya G. Merapi. Dibantu oleh Sdr. Retiyo dari pos ngepos, dengan surat perintah perjalanan dinas No. 2528/P/1982, tertanggal Bandung, 27 Oktober 1982
Pemetaan geologi Komplek G. Lamongan dilaksanakan sesuai dengan Rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi, Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi, dalam Repelita III tahun II, Pemetaan ini diprioritaskan berhubung permasalahan di Komplek Gunungapi belum terungkapkan secara jelas.
Pada tanggal 22 November 1976, penulis ditugaskan ke daerah G. Semeru bagian sebelah timur dan selatan selama 20
Situasi puncak G.Merapi dipetakan oleh Sdr. Harto pada tahun 1962. Diduga sampai dengan tahun 1979 sudah banyak perobahan - perobahan topografinya , terutama pada kubah lava bagian barat daya puncak yang berarah ke jurang Kali Batang. Dengan adanya perobahan topografi tersebut, maka situasi puncak G.Merapi perlu diukur kembali untuk membuat peta topografi puncak baru.
Dalam melaksanakan pekerjaan ini cukup banyak rintangan. Rintangan - rintangan tersebut diantaranya pekerjaan ini dimulai pada musim hujan. Selain itu, kabut lapangan yang cukup tebal dan hutan - hutannya yang sukar untuk dirintis. Pekerjaan ini tidak dapat dimulai dari VQ IV (puncak G.Merapi), karena K. Boyong ini kalau ditelusuri dari puncak sukar untuk didapatkan lembahnya.
Dalam rangka pembikinan dan pengukuran kelandaian tugu tetap di sekitar daerah gunung Merapi dan G. Kelutwh