Gunungapi Rokatenda merupakan salah satu gunungapi aktif yang erupsinya bersifat efusif dan eksplosif sehingga menghasilkan lava dan piroklastik. Dalam sejarah kegiatannya G. Rokatenda mulai meletus tahun 1928. Erupsi terbesar terjadi pada tahun 1928 berupa erupsi eksplosif yang kuat disertai pertumbuhan kubah lava serta tsunami yang diakibatkan longsor. Perioda erupsi terpendek adalah 1 tahun …
Gunung Banda Api merupakan sebuah kerucut gunungapi aktif dengan puncak tertinggi mencapai 641,17 m diatas permukaan laut. Semenjak 1586 sampai dengan 1901 tercatat sekurang-kurangnya 19 kali masa giat, diantaranya dua kali yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan korban manusia. Sementara pada saat sekarang perkembangan penduduk di sekitar gunungapi tersebut terus bertambah terutama di kota…
Letusan paroksimal Gunung Tambora pada tahun 1815 menghasilkan sebuah kaldera, gunung ini merupakan salah satu gunungapi yang sangat terkenal sebagai gunungapi tipe kaldera. Korban-korban akibat letusan tersebut tidak hanya yang berpenduduk di P. Sumbawa tapi juga yang terdapat di P. Lombok. Hal ini merupakan suatu jumlah korban jiwa manusia yang sangat besar akibat dari suatu erupsi katastrofi…
Gunungapi Ili Boleng merupakan kerucut gunungapi muda yang terletak di P. Adonara, Nusa Tenggara Timur. Gunungapi ini tumbuh dan berkembang pada daerah depresi-tektonik yang terbentuk di bagian selatan jajaran pegunungan pada zaman Tersier yang sebagian terbenam pada Selat Solor. Gunungapi Ili Boleng mengalami erupsi sekitar 14 kali. Jeda waktu antar letusannya, eruspsi G. Ili Boleng mempunyai …
Tambora merupakan salah satu gunungapi yang sangat terkenal sebagai gunungapi tipe kaldera. Letusan katastropik Tambora tahun 1815 memakan korban jiwa manuasia (korban letusan langsung tidak kurang dari 10.000 jiwa). Sementara korban tidak langsung jumlahnya mencapai 38.000 jiwa di Pulau Sumbawa dan tidak kurang dari 44.000 jiwa di Pulau Lombok, sehingga jumlah korban jika manusia tidak kurang …
Gunungapi Egon yang terletak di Kabupaten Sikka, Pulau Flores bagain timur Propinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan gunungapi yang cukup aktif menampakan kegiatan letusannya. Letusan terakhir terjadi pada 6 - 13 Februari 2005 berupa abu mencapai ketinggian 1000 meter di atas puncak dengan warna asap abu-abu tebal. Pada tanggal 15 April 2008 G. Egon meletus kembali setinggi 4000 meter, sehingga s…
Kegiatan baru G. Egon diawali olh letusan abu 28 Januari 2004, yang mengejutkan masyarakat sekitar G. Egon khususnya dan masyarakat Kabupaten Sika pada umumnya. Hal ini dapat terjadi karena sebelumnya aktifitas vulkanik G. egon dalam kondisi normal hampir tidak pernah teramati oleh masyarakat di sekitarany. Akibat letusan tersebut terjadilah pengungsian spontan, oleh penduduk yang bermukim di s…
Gunungapi Egon terletak di Kabupaten Sikka, Pulau Flores bagian timur termasuk ke dalam Porpinsi Nusa Tenggara Timur. Menurut Van Padang (1951) Egon pernah mengalami peningkatan kegiatan vulkanik pada bulan April 1925 berupa peningkatan kegiatan solfatara di kawah puncak bagian barat dan pada tanggal 28 September 1907 terjadi letusan di kawah pusat.
G. Lewotobi adalah gunungapi bertipe andesitik stratovulkano. Gunungapi ini terletak di bagaian timur Pulau Flores. Lewotobi merupakan kompleks gunungapi yang terdiri dari dua puncak yaitu G. Lewotobi Laki-laki yang terletak di utara dan G. Lewotobi Peremouan terletak di selatan. Kawah di kedua puncak ini aktif. Selama 20 tahun terakhir G. Lewotobi laki-laki merupakan gunungapi yang paling akti…
Gunungapi Ijen (G. Ijen) atau lebih dikenal dengan Kawah Ijen (G. Ijen) di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso-Jawa Timur merupakan gunungapi aktif yang danau kawah puncaknya sudah dikenal didunia baik itu sebagai daerah tempat wisata, dan daerah tempat tambang belerang. Danau air Gunungapi ljen ber pH sangat asam (~ 0,2) dengan volume air danau mencapai 36 juta m³ sehingga G. Ijen me…