Sistem telemetri tiltmeter di G. Merapi merupakan hasil kerjasama antara direktorat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi c.q BPPTK dengan United Stated Geological Survay (USGS/VDAP). Sistim telemetri tiltmeter ini terdiri dari 4 (empat) unit stasiun yang telah terpasang di puncak dan lereng G. Merapi pada awal Juli 2003.
G. Merapi adalah gunungapi yang sangat aktif terdapat di Indonesia. Gunungapi ini meletus dengan kisaran waktu sekitar dua tahun sekali dengan menghasilkan aliran piroklastika guguran lava atau biasa disebut oleh penduduk setempat "Wedhus gembel". Tipe letusan seperti ini merupakan ciri khas dari G. Merapi setelah tahun 1901.
Merapi (2968 m dml), yang berlokasi di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan DIY merupakan salah satu gunungapi paling aktif di indonesia, dengan periode letusannya antara 1 tahun sekali. Kegiatannya ditandai dengan adanya pertumbuhan kubah lava di puncak, guguran lava pijar dan awan panas guguran maupun letusan. Sampai saat ini G. Merapi masih menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan guguran…
Setelah status aktivitas gunung Merapi dinyatakan aktif normal oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta pada tanggal 6 Agustus 2002, maka instansi-instansi yang terkait dengan penanggulangan bahaya Gunung Merapi di pemerintah Daerah TK II kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman, memanfaatkan kondisi status aktif Normal ini untuk mengadakan penyegaran atau sosi…
Pemantauan Gunung Merapi, salah satunya menggunakan metode Magnetik, telah memberikan hasil pemantauan aktifitas G. Merapi yang sangat penting, untuk membandingkan dengan metode yang lain seperti metode Seismik, deformasi, geokimia dsb. Untuk mendapatkan data yang rutin dan akurasi data perlu dilakukan perawatan dan perbaikan alat apabila terjadi kerusakan.
Hingga saat ini, G. Merapi (2968 m dml), yang berlokasi di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan DIY masih tetap menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan guguran-guguran lava pijar dari puncaknya. Walaupun intensitas gugurannya sudah mulai menurun, namun arah guguran masih bervariasi di antara hulu Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo dan Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2,5 km dari puncak.
Gunung merapi merupakan gunungapi yang bertipe strato dengan kubah lava. Gunung yang merupakan gunungapi paling aktif ini dengan ketinggian 2965 m, mempunyai periode letusan 2 sampai 7 tahun sekali. Letusan merapi mempunyai karakter tersendiri yang disebut dengan tipe merapi, yang pada prinsipnya merupakan guguran kubah lava.
Salah satu teknik pemantauan geodesi, GPS mempunyai beberapa keunggulan diantaranya adalah kemampuan GPS untuk memberikan posisi 3 dimensi secara langsung. Karena itu GPS sering digunakan untuk pemeaan topografi meninggalkan metoda konvensional yang lain ( theodolite atau EDM). Deformasi di puncak merapi erat kaitannya dengan keberadaan retakan retakan yang terjadi di sekitar kubah lava.
Program penyuluhan atau penyebaran informasi mengenai karakteristik Gunung Merapi dan berbagai aspeknya, terus diupayakan untuk dapat sampai ke seluruh desa-desa yang termasuk daerah rawan bencana gunung Merapi, terutama di kabupaten Magelang propinsi Jawa Tengah dan di kabupaten Sleman, Propinsi Daerah istimewa Yogyakarta.
Salah satu metoda yang digunakan untuk memantau/menyelidiki aktivitas gunungapi adalah metode Deformasi, dimana metode ini berdasarkan pada perubahan fisik gunungapi. Perubahan bentuk tubuh gunung yang terjadi akibat adanya proses migrasi magma dan tekanan magma yang menuju permukaan disebut dengan gejala deformasi.