Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Awu di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif yang mempunyai fenomena menarik untuk diselidiki. G. Awu yang mirip dengan G. Kelud, memiliki danau kawah. Kawah G. Awu merupakan sebuah kawah tunggal dengan ukuran 1550 x 1200 m2, biasanya berair yang berasal dari air hujan dan tertam…
Pengamatan kegiatan G. Banda Api dilakukan dari Pos Pengamatan di Neira, pemantauan meliputi visual, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu solfatar/fumarola dan kegempaan, disamping penelitian lainnya yang dilakukan secara temporer. Sedangkan pengamatan aktifitas seismik G. Banda Api dimulai sejak 1970 menggunakan satu set seismograf mekanik "Spindler dan Hoyer" yang ditempatkan di Colombo, lereng…
Dibandingkan dengan aktifitas kegempaan antara Januari - September 1996 jumlah gempa vulkanik tercatat rata - rata 23 kejadian per bulan. Sehingga secara kegempaan sampai dengan September 1996, G. Banda Api aktifitasnya dinilai pada aktif normal. Didukung pula oleh data visual berupa hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dengan ketinggian mencapai lk. 30 meter dari Kawah Puncak, sedangkan …
Hasil evaluasi seismik serta ditunjang oleh data visualnya, kegiatan G. Ili Boleng saat ini dinilai dalam kondisi aktif normal. Sedangkan dari evaluasi seismik kegiatan G. Ili Lewotolo, secara kuantitas menunjukkan tingkat kejadian gempa vulkanik per harinya diatas normal, hal ini diduga sudah berlangsung sebelum pemasangan seismograf di Pos PGA Ili Lewotolo (September 1994). Secara visual akti…
Untuk memantau aktivitas G. Batur secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetri yang dipasang di lereng timur kawah G. Batur, pada ketinggian lk. 1230 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G. Batur di desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, lk 3 km dari puncak G. Batur.
Pada 16 Juni 1994 dilakukan pemasangan seismometer, pengoperasian seismograf kinemetrics PS-2 secara portable. Setelah dilakukan pengetesan, alat dapat beroperasi sebagaimana mestinya, sehingga mulai saat itu kita dapat memantau respon seismik yang berhubungan dengan kegiatan vulkanik G. Wurlali. Kemudian, dari pengamatan lapangan, keadaan sekitar puncak terlihat gersang. Pada umumya gunung ter…
Data visual terhadap tinggi, tebal dan warna asap dikumpulkan sejak Mei hingga September 1992. Tinggi asap kawah umumnya 75 m di atas bibir kawah, tetapi pada Juni dan September mencapai 100 m. Dari pengamatan visual tersebut, terlihat peningkatan aktifitas vulkanik di permukaan terjadi pada Juni dan September 1992.
G. Ile Boleng dengan tinggi 1659 m di atas permukaan laut, terdapat di bagian tenggara F. Adonara (Gb. 1), Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusateng-gara Timur. Posisi geografinya terletak antara 8°20,5' Lintang Selatan dan 123° 15,5' Bujur Timur (Atlas Trop. Nederl. 1938 Lembar 27; dalam Kusumadinata, K. 1979) G. Ileboleng termasuk gunungapi tipe A, pada 28 Mei 1986 pukul 17 35' WITA gunung …
Tinggi G.Ile Boleng 1659 m dari Atlas Trop Nerderl). Tipe gunungapi Strato Posisi geografi 8°20,5' Lintang Selatan 123°15,5 Bujur Timur (Atlas Trop Nederl 1938 lembar 27 ) Letak di Kecamatan Waiwerang Pulau Adonara Flores Timur. Penulis berdasarkan SPPD No. 2551/P/84 ditugaskan untuk Pengamatan dan Penelitian Seismik Gunungapi, berangkat 4 Desember 1984 dari Bandung Denpasar Ende dan terus me…
Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.2280/P/85 dan No.2281/P/85 penulis dengan Sdr.Usman Baharmin petugas dari G. Kelimutu ditugaskan untuk melakukan Pengamatan dan Penyelidikan Seismik G. Sangeangapi. Tinggi G. Sangeangapi Doroapi 1949 m. Doro Mantoi 1795 m, tinggi diatas dasar laut. Tipe gunungapi strato kembar. Posisi geografi 8°11' Lintang Selatan, 119°03,5' Bujur Timur. Terleta…