Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para Pengamat dari Pos Pengamatan G. Merapi di tugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan, serta pengukuran suhu solfatara di G. Merapi.
Berdasarkan SPPD no. 3776/P/84 kami bersama para pengamat dari Pos Pengamatan G. Merapi ditugaskan untuk melakukan pengamatan, pemeriksaan serta pengukuran suhu solfatara di G. Merapi.
Penulis ditugaskan oleh Proyek Penyelidikan Pengamatan gunungapi Direktorat Vulkanologi untuk mengadakan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara kawah Ekoma G. Tangkuban Parahu dengan SPPD. No.1505/P/84
G. Gede merupakan gunungapi tipe strato yang terletak pada posisi geografi 6°47' L.S dan 106°59' B.T, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Ketinggian dari muka laut : 2958 m (Atlas Trop. Neder). Pengukuran suhu solfatara serta pemeriksaan kawah dilakukan secara rutin oleh petugas Pos PGA Gede di Ciloto.
Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi, pada akhir Juni 1986 bekerja sama dengan United State Geological Survey (USGS) memasang termometer dengan sistem telemetri (Telethermometer) di G. Kelut.
Maksud dan tujuannya yakni bahwa kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan pengykuran suhu Ranu - Ranu di sekitar Gunung Lamongan serta pengamatan visual dan pengukuran suhu solfatara Gunung Bromo untuk mendapatkan data kegiatan Gunung Bromo dibandingkan dengan sebelumnya.
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
G. Lamongan merupakan gunungapi aktif yang mempunyai banyak Maar, yaitu sebanyak 27 buah maar yang tersebar di sekeliling nya dan sebagaian besar terisi. Penduduk setempat menamakan Maar yang berisi air tersebut ranu.
G.Sumbing pada waktu pemeriksaan masih tetap normal. Asap solfatara pada umumnya putih tipis dengan tekanan gas lemah, ketinggian asap maksimum 10 m dari permukaan dan minimum 4 m. Suhu solfatara tercatat minimum 90'C dan maksimum 110'C, sedangkan suhu air panas di dasar kawah terukur minimum 75'C dan maksimum 87'C.
Pemeriksaan dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 1984. Pemeriksaan kawah serta suhu dapat dikatakan kurang menguntungkan, karena faktor cuaca yang sulit diramal. Di samping itu juga karena adanya kepulan asap yang cukup tebal dari pusat kegiatan dan hampir merata memenuhi kawah sehingga menghalangi pengamatan.