Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan ini perlu kiranya dilakukan usaha untuk membantu penyusunan tata ruang dan tata guna lahan di daerah gunungapi sehingga manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dapat dipergunakan seoptimal mungkin, namun risiko bahaya gunungapinya dapat ditekan seminimal mungkin.
Salah satu realisasi dari tugas nyata proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi jawa bagian timur, subdit pengamatan gunungapi, direktorat vulkanologi, pada tahun anggaran 2000 adalah melakukan penyelidikan dan pengamatan visual puncak dan kegempaan gunungapi sundoro, yang berlokasi di wilayah kabupaten Temanggung dan Wonosobo, propensi Jawa Tengah.
Pemetaan daerah bahaya G.Sundoro ini merupakan pemetaan ulang dari hasil pemetaan daerah bahaya yang telah dilakukan oleh R.Hadian (1970). Penulis tersebut membagi zona daerah bahaya berdasarkan penampilan morfologi yang terdiri dari daerah bahaya dan daerah waspada.
Penulis bersama Sdr. Sumaryanto mendapat tugas dari Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi melakukan pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu solfatara di G. Sumbing dan G. Sundoro di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung. Maksud pemeriksaan untuk mendapatkan data kegiatan G. Sumbing dan perobahan puncak, dibandingkan dengan hasil pendakian 12 Juli 1980 oleh Sdr. Semeru Harto.…
Sesuai dengan rencana kerja dari Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada triwulan I tahun 1982/1983 Pelita ke III, akan melakukan pemetaan gunung-api Sundoro dan sekitarnya.
Tujuan perjalanan untuk mendampingi ahli gurmungapi dari Amo-rika Serikat (USGS) yang membantu memberikan pengarahan dan saran dalam menyelesaikan masalah pemetaan geologi G.Sundoro.
Pemetaan geologi gunungapi Sundoro merupakan salah satu kegiat an Bagian Proyek Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Direktorat. vulkanologi tahun 82-83. Pemetaan direncanakan memakan waktu selama 2 bulan, yang terbagi kedalam dua tahap. Tahap pertama telah berlangsung dari tanggal 19 Juni s/d 19 Juli 1982 dengan personalia R. Sukhyar, Danny Aswin, Saetojo, Nana Sulaksana dan S. Dirąsutisna. A.C.…
Pemasangan Seismograf MEQ-800 dengan sistim telemetri di Pos Pengamatan G. Sundoro, dilakukan dengan tujuan meningkan sarana peralatan seismograf yang telah ada. Disamping untuk mengganti seismograf yang lama karena sering trjadi kerusakan pada sistim kabel lapangan.
Pada tanggal 9 November 1971 diterima kawat dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang adanya peningkatan kegiatan G. Sundoro. Disamping itu diterima pula laporan lisan tentang hal yang sama dari petugas Dinas Vulkanologi yang Sedang melakukan pemetaan geologi didaerah pegunungan dieng. Kegiatan yang terlihat adalah hembusan asap setinggi lk. 300 meter diatas puncak, terjadi pada …
Pertengahan bulan Oktober 1970 telah berangkat rombongan dari saksi penelitian Gn. Api Dinas Volkanologi menuju daerah wonosobo gunung Sundoro yang geografinya 109° 59'30'' B.T 7° 18' U.S.