Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Awu di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif yang mempunyai fenomena menarik untuk diselidiki. G. Awu yang mirip dengan G. Kelud, memiliki danau kawah. Kawah G. Awu merupakan sebuah kawah tunggal dengan ukuran 1550 x 1200 m2, biasanya berair yang berasal dari air hujan dan tertamp…
Gunung Banda Api yang dikenal juga dengan nama lain "Etna van Indonesia" terdapat di Propinsi Maluku, Kab. Maluku Tengah, Kec. P. Banda.. Pulau Gunungapi ini adalah salah satu dari gugusan pulau-pulau Banda Neira yang mempunyai luas 7,4 km2, tinggi 641 m dpl atau 1150 m dari dasar laut. Kegempaan di G. Banda Api saat ini didominasi oleh jenis gempa tektonik, sedangkan jenis gempa vulkanik terek…
Peningkatan aktifitas vulkanik G. Rinjani Juni 2005, terjadi pada tanggal 14, berupa letusan dari dalam Kawah 2004, yang tercatat oleh seismograf di Pos Pengamatan G. Rinjani di Sembalun Lawang, dengan amplituda maksimum 30 mm dan lama gempa 289 detik. Pada tanggal yang sama status aktifitas vulkanik G. Rinjani dinaikan dari Status Aktif Normal menjadi Status Waspada.
Indonesia has 127 volcanoes or 13% of volcanoes in the word. With a dense population of 250 milion and 5 milion peoples in the hazard prone area is potentially high risk when eruption of volcanoes occured. The Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation (CVGHM), within the Geological Agency (GA) of the Ministry of Energy and Mineral Resources (MEMR).
Erupsi G. Kelud pada tanggal 13 Februari 2014 merupakan erupsi eksplosif dengan pembongkaran kubah lava yang terbentuk pada tahun 2007. Pemantauan kegempaan di G. kelud sebelum erupsi diawali oleh peningkatan jumlah Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), munculnya Gempa Low Frekuensi (LF) dan membesarnya amplituda Gempa Tremor.
Erupsi G. Kelud pada tanggal 13 Februari 2014 merupakan erupsi eksplosif dengan pembongkaran kubah lava yang terbentu pada tahun 2007. Pemantauan kegempaan di G. Kelud sebelum erupsi diawali oleh peningkatan jumlah Gempa Vulkanik Dalam (VA), Gempa Vulkanik Dangkal (VB), munculnya Gempa Low Frekuensi (LF) dan membesarnya amplituda Gempa Tremor.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, G. Papandayan memiliki karakteristik erupsi freatik dan freato-magmatik. Setalh erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan masih berfluktuasi. Setelah erupsi 2002, aktivitas vulkanik G. Papandayan menjadi level II (waspada) sejak tahun 2008 ketika terjadi peningkatan kegempaan.
Gunungapi Tangkuban parahu adalah gunungapi aktif tipe A yang terletak di Kabupaten Bandung Barat dan Subang, Provinsi Jawa Barat. Gunung api ini terletak dekat dengan dua kota besar yaitu Bandung dan Subang. Dalam sejarah gunungapinya tercatat sejak 1829 gunungapi ini termasuk gunung api jarang meletus. Tercatata lebih dari 15 kali letusan telah berlangsung baik di Kawah Ratu Maupun Kawah Domas.
Gunungapi Galunggung adalah gunungapi aktif tipe A yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Gunungapi ini termasuk gunung yang jarang meletus. Namun letusan tahun 1982 mengejutkan semua orang bahwa gunungapi yang disangka tidur panjang akhirnya melepaskan energinya dalam bentuk letusan besar dan berlangsung lama.
Dalam sejarah kegiatan letusan G. Kelud, pernah beberapa kali memporak-porandakan ratusan desa/kampung berikut lahan pertanian dan membawa korban ribuan manusia. Letusan yang terjadi pada bulan Februari 1990 berupa letusan freatik dengan korman 24 orang meninggal akibat sakit dan tertimpa atap rumah. Setelah status kegiatnnya dinaikan dari Aktif Normal (Level 1) menjadi Waspana (Level 2).