Aktivitas Gunung Merapi, mulai menunjukkan peningkatan pada bulan September 201. Gelajar aktivotas G. Merapi belum terlihat dipermukaan secara visual, tetapi secara instrumental baik kegempaan G. Merapi, deformasi dan geokimia menunjukkan pepingkatan yang signifikan dari kondisi normal. Status G. Merapi meningkat dari "Status Normal" menjadi "Status Waspada".
Selama ini seismisitas masih menjadi faktor terpenting dalam menentukan tingkat aktivitas menjelang krisis. Namun pada erupsi 2006, disamping data seismik, data EDM juga berperan dalam penentuan tingkat aktivita G. Merapi. Aktivitas baru yang mengarah ke letusan tanggal 14 Juni 2006 sebenarnya sudah terdeteksi dari perubahan yang nampak pada data pengukuran EDM dari Pos Babadan tahun 2003.
Sejak Awal September 2010, Aktivitas Seismik G. Merapi meningkat tajam hingga status aktivitas dinaikkan menjadi "Waspada" pada 20 september 2010. Untuk itu perlu dilakukan penguatan sisten monitoring seismik untuk menjamin ketersediaan data yang real-time dan akurat. Penyediaan informasi secara real time yang dapat menginterpetasikan energi seismik secara cepat harus dilakukan.
Letusan gunung Merapi tahun 2010 merupakan letusan yang cukup dahsyat di banding dengan letusan 10 tahun terakhir ini. Aktifitas vulkanik tahun 2010 kalau dibandingkan dengan letusan tahun 2006, terjadi peningkatan gempa yang cukup signifikan. Peningkatan intensitas gempa vulkanik dapat dirasakan di semua pos Pengamatan G. Merapi.
Erupsi suatu gunungapi telah menarik perhatian masyarakat umum sekitar 2 tahun terakhir ini, seperti halnya bencana geologi lain yaitu gempabumi, tanah longsor, dan tsunami. Indonesia merupakan Negara yang memiliki gunungapi aktif cukup banyak yaitu sekitar 129 gunungapi yang berderet sepanjang pula Sumatra-Jawa-NTB_NTT_Sulawesi.
Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Pulai Jawa. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger, dengan ketinggian mencapai 2.329 m dpl atau 200 m dari ketinggian dasar kaldera. Lokasi G. Bromo ini terkenal dengan kompleks Bromo - Tengger yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Gunungapi Arjuno-Welirang menurut Neuman Van Padang (1951) diklasifikasikan sebagai gunungapi type B, namun setelah terjadi letusan samping tahun 1952, menurut Hadikusumo tahun 1957 memasukkannya kedalam klasifikasi type A. Sedangkan Kusumahdinata (1979) dalam buku Data Dasar Gunungapi Indonesia, G. Arjuno-Welirang termasuk kedalam 8 gunungapi type A yang belum dibahas karena masih meragukan.
Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe strato, dengan ketinggian 2980 meter dari permukaan laut (sebelum erupsi 2010). Secara administratif terletak pada 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten. Status aktivitas G. Merapi ditingkatkan dari Normal menjadi Waspada pada tanggal 20 September 2010.
Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Pulau Jawa. Gunungapi ini muncul dalam Kaldera Tengger, dengan ketinggian mencapai 2.329 meter di atas permukaan laut/dml atau 200 m dari ketinggian dasar kaldera kurang lebih 2.100 m dml. Lokasi G. Bromo ini dikenal dengan kompleks Bromo - Tengger yang secara adnistratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
G. Tangkuban parahu adalah gunungapi strato tipe A yang secara administratif terletak dalam dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Subang dan Bandung. Pada bagian puncak G. Tangkuban parahu terdapat 9 buah Kawah yaitu: Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Lanang, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian dan Panguyangan badak.