Penyuluhan bahaya G.Guntur di Kabupaten Garut, dilaksanakan pada tanggal 12 September 1994 bertempat di Pendopo Pembantu Wilayah II Tarogong, Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, Provinsi Jawa Barat.
Maksud pemetaan situasi adalah melakukan serangkaian pengukuran dengan tujuan mendapatkan peta situasi topografi puncak sehingga dapat memberikan informasi situasi puncak saat ini dengan harapan dapat menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian guna pengamatan & peramalan suatu letusan dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di berbagai bidang, maka dalam hal ini Direktorat Vulkanologi dalam memantau kegiatan gunungapi terus mengembangkan metoda serta teknik baru dari berbagai bidang disiplin ilmu termasuk pemanfaatan teknologi nuklir, yaitu Pemanfaatan Radon untuk Pemantauan Gunungapi.
Pemetaan daerah bahaya G.wilis dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada PELITA V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari awal Oktober 1992 s/d awal November 1992, dengan menggunakan peta topografi berskala 1 : 50.000 sebagai peta dasar dan 1 : 100.000, edisi U.S.A.M.S. (FE) yang dikompilasi dari Jawa dan Madura pada 1964.
Sejak September 1967 G.Semeru selalu aktif. Kegiatannya berupa pembentukan lidah lava di Kw. Jonggringseloko yang mengarah ke Selatan, kadang - kadang bergeser ke arah tenggara. Pergeseran posisi akumulasi lava menyebabkan perubahan arah bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, dilakukan pendataan ulang di daerah yang diduga akan terancam bahaya pada waktu ini oleh 5 orang petugas selama 15 hari.
G.Galunggung merupakan salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat, termasuk wilayah kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Sejak meletus 1982 gunungapi ini tidak menunjukkan kegiatan yang mencolok, aktifitas gunungapi Galunggung dalam keadaan aktif normal. Namun, yang menjadi permasalahan adalah naiknya permukaan air danau kawah kaitannya dengan aktifitas gunung tersebut. Oleh karena itu, Sub Dit Pemet…
Pegunungan Dieng merupakan gunungapi aktif type A, yang seringkali menunjukkan kegiatan dan letusan yang umumnya bersifat freatik. Kegiatan ini kadangkala menimbulkan banyak korban yang umumnya disebabkan oleh gas racun yang keluar dari lubang letusan lama. Sedikitnya ada tiga jenis potensi bahaya geologi di Pegunungan Dieng yaitu bencana gerakan tanah, letusan freatik, dan gas.
Penyuluhan G.Lamongan dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 1993 di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebelumnya penyuluhan G.Lamongan telah dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1992 di Klakah Kabupaten Lumajang.
Sebagai salahsatu tugas Direktorat Vulkanologi memberikan informasi mengenai gunungapi kepada masyarakat di sekitar gunungapi, diantaranya G. Sumbing yang mencakup wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, Jawa Tengah letaknya lebih kurang 160 km sebelah barat laut kota Yogyakarta.