Dataran tinggi Dieng merupakan komplek gunungapi yang berkembang dan tersebar sepanjang lk. 14 km dan lebar lk. 6 km, dengan ketinggian 100 - 300 m dari dataran tinggi Dieng. Keberadaan gunungapi ini banyak memberi manfaat bagi kehidupan manusia seperti kesuburan tanahnya, panorama yang indah dan sejuknya udara.
Gunungapi Talagabodas tidak mempunyai catatan aktivitas letusan sejak tahun 1600 sampai sekarang, demikian pula peirode letusannya tidak dapat diketahui. Namun dari produk letusan Gunungapi Talagabodas yang dihasilkan dapat diketahui bahwa letusannya cenderung lebih bersifat efusif, yang dicerminkan oleh adanya dominasi perulangan aliran lava berkomposisi andesit basaltis.
Secara umum morfologi gunungapi Papandayan dikelilingi oleh perbukitan vulkanik, seperti perbukitan vulkanik tersier dibagian tenggara-baratdaya, gunung Geulis di bagian barat, Guntur dibagian baratlaut, Jaya dibagian utara, dan Cikuray di bagian timur. Morfologi gunungapi Papandayan memiliki 2 kerucut gunungapi, Nangklak dan Puntang.
G. Ungaran merupakan salah satu gunungapi aktif tipe B yang berada di wilayah Kabupaten Semarang dan Kendal, Propinsi Jawa Tengah. Dalam usaha mitigas bencana erupsi G. Ungaran diantaranya adalah dengan melakukan Pemetaan Kawasan Rawan Bencana (KRB) G. Ungaran. Berdasarkan sejarah letusannya, G. Ungaran termasuk gunungapi tipe B yaitu gunungapi yang belum pernah meletus sejak tahun 1600.
Gunungapi Arjuna-Welirang termasuk ke dalam 3 wilayah kabupaten yaitu, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur dengan luas daerah sekitar 670 km persegi. Berdasarkan catatan sejarah gunungapi pernah dua kali mengalami peningkatan yaitu pada tahun 1950 terjadi letusan abu.
Gunungapi Ijen merupakan sebuah komplek gunungapi yang terdapat di dalam kaldera Ijen Tua. Dalam catatan sejarah vulkanisme Ijen Tua menghasilkan endapan aliran piroklastika, jatuhan piroklastika, dan aliran lava. Letusan besar yang berasosiasi dengan pembentukan Kaldera Ijen menghasilkan endapan aliran piroklastika dan jatuhan piroklastika.
Gunungapi Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif Tipe A yang pernah mengeluarkan aliran awan panas, aliran lava dan jatuhan piroklastik. Sejak erupsi terakhir 1937 hingga kini G. Ciremai dalam keadaan istirahat kecuali terjadi beberapa kali kegempaan yang meningkat namun kemudian normal kembali. Produk yang dikeluarkan gunungapi ini dapat membahayakan serta memusnahkan segala yang dilaluiā¦
Gunung Kelud merupakan gunung api strato yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Pada saat sekarang berbentu danau kawah (kurang lebih 1200 m dpl) yang terbuka ke arah barat. Fumarola/solfatara melepaskan berbagai jenis gas seperti H20, CO2, CO, HCI, S02 ,H2S, HF, H2, HBr, NH3, CH4, H3BO3, N2.
Gunungapi Papandayan termasuk Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Untuk melengkapi data-data tentang G. Papandayan yang sudah ada sebelumnya, maka dilakukan penelitian petrografi dan kimia batuan. Penelitian difokuskan untuk mengetahui karakter kimia dan petrogenesis batuan G. Papandayan, yang selanjutnya diharapkan dapat dijadikan dasar untuk mengenali sifat-sifat magmanya.
Gunung Kelut terletak di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang, Propinsi Jawa Timur. Untuk melengkapi data-data tentang G. Kelut yang sudah ada sebelumnya, maka dilakukan penelitian petrografi dan kimia batuan. Penelitian terutama untuk mengetahui karakteristik petrologi G. Kelut dengan melakukan penelitian petrografi dan geokimia batuan-batuan hasil erupsi.