Dari tanggal 4 Juli 1988 s/d 23 Juli 1988, L.Djoharman, B.Sc, Komar R. dan pengemudi Kosim Al Sukar ditugaskan ke G. Tangkubanparahu (Jawa Barat) dan G. Lamongan (Jawa Timur), untuk melakukan penelitian dan pengukuran deformasi di kedua gunung tersbut.
Untuk mengetahui perubahan situasi danau kawah G. Galunggung. Sebagaimana pembaca ketahui bahwa antara th. 1987 s/d 1988 telah terjadi kemarau yang cukup panjang. Oleh karena itu Kasi PETAPI menganggap perlu melakukan pengukuran kedalaman maupun situasi sekitarnya di gunung ini, guna mengetahui berapa volume air kawah pada saat ini.
Sebagai tindak lanjut monitoring pengukuran deformasi G. Lamongan telah dibuat lintasan pengukuran levelling sekitar Curah Buntu untuk arah utara-selatan dan timur-barat.
Pegunungan gunung Dieng terdiri dari dua buah gunungapi Strato tipe A yaitu Butak Petarangan (Timbang) dan G. Prau. Keduanya termasuk dalam komplek pegunungan Dieng. Komplek tersebut meliputi tiga wilayah Kabupaten, yakni Wonosobo, Banjarnegara dan Pekalongan.
Sehubungan dengan terjadinya rekahan-rekahan di sekitar daerah Ranu Lamongan, termasuk G. Lamongan, Kabupaten Lumajang Jawa Timur dengan posisi geografi 7 derajat 59' LS dan 113 derajat 205' BT, disamping hasil pengamatan seismik yang menunjukkan adanya tremor dan juga hasil survei geofisika yang menunjukkan kemungkinan sumber aktivitas berada di sekitar Curahbuntu, maka untuk memantau kegiatan…
Berdasarkan rembukan hasil penelitian seismik dan cara geofisika menunjukkan bahwa sekitar daerah Curah Buntu telah diperkirakan sebagai tempat sumber gempa. Usaha untuk memperoleh gambaran perubahan permukaan diperlukan pengukuran cara levelling di daerah tersebut dengan arah Utara - Selatan dan Barat- Timur, juga pengukuran dry tilt disekitarnya.
Alat pemantau kegiatan gunungapi dengan sistem elektronika perlu mendapat perawatan dan pemeliharaan yang seksama mengingat kepekaannya terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan atau gangguan yang dapat mengganggu terhadap kesinambungan data yang diperoleh dari ketelitiannya. Seperti halnya alat pemonitor ungkit (tilt) elektronika yang telah dipasang di Gunung Tangkubanparahu sejak tahun 1985 y…
Penyelidikan Geokimia/ Pengukuran Cospec di G. Galunggung, G. Tangkuban Parahu, G. Tampomas, dan G. Ciremai dilaksanakan pada tanggal 20 November - 4 Desember 1988.
Penyelidikan gravitasi di dataran tinggi Dieng dilakukan dalam bulan Oktober-November 1988 oleh suatu tim dari seksi Vulkano-Fisika, Sub Direktorat Analisa Gunungapi. Daerah yang disurvey meliputi area seluas kurang lebih 270m2 yang dibatasi di sebelah Barat, Desa Pajawaran; sebelah Timur, Kejajar; sebelah Selatan, Bululawang; dan di sebelah Utara Kawah Sikidang. Bersamaan dengan pengukuran gra…
Gunung Tangkuban parahu yang berada di daerah Jawa-Barat, yaitu di Kacamatan Lembang Kabupaten Subang terletak pada posisi geografis 6 derajat 45 Lintang Selatan dan 107 derajat36' Bujur Timur Mempunyai ketinggian 2084m di atas permukaan laut atau 1300m di atas dataran Bandung.