Berdasarkan surat undangan Ketua Umum Satgas Sus Galunggung Propinsi Daerah Tk.I Jawa Barat, tanggal 22 September 1983 No 07/UND/BINS OS/83 dan sesuai dengan disposisi Direktur Direktorat Vulkanologi No 520/Petapi/IX/83, tanggal 24 Sep- tember 1983, maka pelapor ditunjuk untuk menghadiri pertemuan tersebut yang diadakan pada hari Rabu tanggal 28 September 1983, bertempat di Ruang Kerja Assisten…
Penulis melaksanakan dan mengerjakan pemeriksaan lahar di daerah G. Galunggung di wilayah Tk. II Tasikmal aya berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas No.692/P/1983, tertanggal Bandung 25 Juni 1983, selama 14 hari. Maksud pemeriksaan (survei) lahar tersebut adalah untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyelewengan/peluapan banjir labar di Sungai-sungai: Ci Mampang, Ci Loseh, Ci Banjaran, …
Kami bertiga Sdr. E. Abdul Patah, A. Djajawinangun dan penulis tgl 17/11-1982 jam 9.30 berangkat dari Bandung mengikuti Sdr. Hadian R. yang kebetulan tugas ke Gunung Galunggung, sampai di posko Cikasasah jam 15.00.
Bidang Persidangan merupakan salah satu unit pelaksana yang mengemban tugas penyelengaraan persidangan selama ber-langsungnya Lokakarya Nasional tersebut di Bandung sejak 20 September hingga dengan 25 September 1902.
Penelitian yang dilakukan oleh Tim Perancis bersama Indonesia tersebut bersifat Pendahuluan dan regional. Pada bulan Juli-Agustus 1978 penelitian dilanjutkan dengan men gunakan metoda yang sama ditambah metoda "telluric current" /metode geolistrik sebagai metoda pendamping.
Sebagaimana telah dilaporkan pada laporan hasil pemetaan tahap pertama, G.Salak adalah gunungapi tipe strato pada tingkat kegiatan fumarola dengan ketinggian 2211 m di atas muka laut dan secara administrasi termasuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung volume dari matrial vulkanik yang baru, berdasarkan analisa potret udara, yang nantinya diharapkan dapat memperkirakan besarnya bahaya yang akan datang dan daerah-daerah mana yang akan terkena bahaya serta bagaimana cara penanggulangannya.
Sehubungan dengan tertundanya pemetaan geologi Gunungapi Tangkubanparahu tahap II yang seharusnya telah selesai di kerjakan pada tahun anggaran 1981 - 1982, maka mulai 20 Oktober sampai 25 November 1982 satu team pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi telah diberangkatkan ke G.Tangkubanparahu untuk melanjutkan pemetaan geologi tersebut di atas.
Laporan ini merupakan kumpulan ihtisar kegiatan gunungapi di Jawa dan Sumatra. Penyusunannya mengalami kelambatan karena adanya beberapa hambatan diantaranya penghitungan gempa, anali-sa gempa dan pengumpulan datanya
Menurut laporan bulanan dari pos Pengamatan Plawangan lewat Kepala Sub Dit. Laboratorium Gunungapi, sejak tanggal 7 November 1982 peralatan geomagnet di Plawangan tidak bekerja dengan baik