Kegiatan magna G.Sangeang Api telah berachirkkira2 perteng bulan Djuli 1965. Kegiatan tersebut sebagian besar bersifat efusiva dengan aliran lava jang terdiri disekitar Mamba Mila. Karena tidak tertimbunnja tjukup banjak endapan abu letus: disekitar lubang2 kegiatannja, lahar dimusim hudjan 1964 t terdjadi
Maksud dari penelitian ini adalah antak mengetahui Petrokinin batuan kompleks Gunungspi Dukono Karena sampai dant ini dats Petrokinis dari gunung tersebut sangat kurang bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada. Data yang tersedia hanya berups dingran-dingran K20 vs SiO dan AFM dari suatu kumpulan dats (Hutchison, 1982) Itupun tidak semua oksida mayor tercantum didalamnya, oleh karena itu dimulai…
Sambil menunggu kedatangan kapal di Ternate untuk kembalike Djakarta, regu djuga berkesempatan mengudjungi G. Gamalama. Seperti kundjungan-kundjungan jang lalu pada kundjungan sekarang pun perdjalanan dari Ternate ke Marikrubu di temmpu dengan Jeep
Dalam sebuah kaldera seluas 7 km, dari mana pinggir-pinggirnja tampak sebagai puleur Lonthor, Pisang den Kapal, lime buah gunungapi terbentuk, diantaranja G. Banda Api satu2nja jang kini bergiat, merupakan sebuah kerutjut indah pada pulau seluas 7.3446 km2 di-bagian barat-daja kaldera. Dibagian barat-laut dari kawah utama A, terletak kawah B, sedang kawah C terdjadi dilereng utara timur-loutnja…
Kegiatan G. Sangeangapi dimulai pada tanggal 29 Djanuari 1964 dengan terdjadinja letusan2 jang melempar-lemparkan bom2 dari kawah Doro Api. Fasa pertama ini kemudian disusul oleh Fasa kedua dengan muntjulnja aliran lava kira2 pada tanggal 15 Djuli 1964 dari kawah Berano. Aliran tersebut mengisi lapangan Mamba Mila disebelah timur laut, didalam kaldera lama. Hingga laporan ini ditulis, kegiatan …
Kegiatan kembali ("opleving") magmatik G. Agung pada tgl. 27 Djanuari 1964, merupakan letusan2 miniatur tjorak volkanion ("vulcanina type eruption"), dengan asap2 kelabu hohitam-hitoman bergumpal-gumpal serupa kol kembang dan mentjapai ketinggian maksimal k.l. 4000 m. diatas puntjaknja. Gedjala ini ternjata merupakan detik2 penghabisan dari roda kegiatan volkaniknja sedjak tgl. 16 Februari 1963.
Pada 31 Oktober dilakukan pendakian puncak untuk menyaksikan dari dekat perkembangan yang ada di dasar kavah Semula direncanakan untuk mengambil contoh batuan dan mengukur suhu di dasar kawah, tapi hal tersebut tidak mungkin dilakukan Dinding kawah yang hampir tegak dan masih pada posisi yang labil sehingga sewaktu-waktu dapat runtuh membatalkan niat tersebut.
Adapun korban2 manusia sekeliling G.Agung akibat kegiatannja dalam tahun 1963 itu, terutama disebabkan oleh awan panas. dari pada itu, ada djuga jang disebabkan bom2 sslama kegiatan memuntjak pada tanggal 16 Mei 1963 dan karena lahar jang masih panas selama kegiatan2 masih belum mereda, segera setelah paroksismal pada tanggal 17 Maret 1963.
Pengarang tulisan ini telah mengikuti peristiwa kegiatan efusiva G. Batur dalam tahun 1963 lengkap dari permulaan sampai achir. Setelah aliran lavanja betul2 berhenti, barulah kompleks ini ditinggalkan. Landjutan dari laporan pertama lama tertunda. Sebabnja, selama musim hudjan achir 1963 hingga awal 1964, penulis harus memusatkan perhatiannja kepada lahar2 G. Agung jang mulai berkembang dengan…