Kunjungan ke G.Ruang kali ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahaya letusan secara langsung maupun tak langsung, yang diakibatkan waktu terjadinya letusan. Peta daerah bahaya sementara yang sudah ada hanya merupakan hasil kompilasi (literatur) serta sejarah letusan yang lampau. Sedangkan maksud dari pada pembuatan peta daerah bahaya sementara yang baru pa…
Kunjungan ke G.Karangetang, P.Siau kali ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahan letusan secara langsung maupun tak langsung. Peta daerah bahaya sementara yang sudah di siapkan dalam 1971 merupakan hasil referat sejarah letusan, sedangkan pembuatan daerah bahaya kali ini berdasarkan pengecekan langsung di lapngan Selain dari pada itu dilakukan pencatatan …
Kunjungan dalam 1980 ini dimaksudkan untuk melihat Peta Daerah Bahaya sementara yang ada secara langsung di lapangan sehubungan permintaan Pemerintah Daerah Bitung mengingat rencana perluasan tatakota serta pengembangan lingkungan daerah tersebut. Secara kebetulan saja, daerah bahaya G.Tongkoko ini termasuk daerah cagar alam atau hutan lindung yang sampai saat ini masih belum berpenduduk. Hanya…
Gempa bumi yang sinambung menyebabkan penduduk P. Siau panik. Kejadian yang sama pernah terjadi pada 1974, 2 tahun kemudian terjadi lelehan lava. Gempa bumi 9 Juni itu diikuti pula oleh peletusan G. Karangetang pada 10 Juni 1981. Untuk memonitor sampai dimana pengaruh gempa bumi terhadap kegiatan G. Karangetang, pada 17 24 Juni 1981 telah dilakukan pengamatan seismik di desa Karelung Kecamatan …
Dalam rangka pemeriksaan G. Matalelu pada bulan April 1076, Sdr. Rivai Chaniago B.Sc dan penulis sempat mengadakan peninjauan ke G. Colo di pulau Una Una, selama 4 hari. P. Una Una terletak pada posisi geografi 121 derajat 36 menit Bujur Timur dan 0 derajat 10 menit Lintang Selatan, yaitu di teluk Tomini, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Pencapaiannya dari Poso menggunakan perahu motor, yang da…
Dalam rapat tanggal 4 Oktober 1976, kepala Seksi PETAPI menjelaskan rencana kerja tahun 1977 - 1978. Rencana pemetaan topografi G. Api Siau akan dilakukan kira-kira bulan Mei 1977. Sehubungan dengan letusan G. Api Siau pada tanggal 15-17 September 1976, Kepala Seksi WASAPI, Bapak J. Matahelumual, memanggil seorang Surveyor. Tugasnya ialah memetakan topografi sementara daerah bahaya yang diperki…
Surat dari pemerintah daerah tingkat I Sulawesi Tengah tertanggal 15 Maret 1976, No. Ditbang 2/55/481, tentang letusan G. Natalulu, menyebutkan antara lain; 1) Batu bara dari puncak gunung semakin banyak di sekitar kaki gunung dan berbau belerang; (2) Semburan api keluar, pohon pohon dipuncak gunung terbakar; (3) Di waktu siang hari nampak asap mengepul di puncak gunung; (4) Gunung tersebut pad…
Pada tanggal 15 juni 1976 penulis dan sudarso ditugaskan ke G. Lokon yang terletak didaerah Minahasa, selama 30 hari dengan S.P.D. No. 2329/s/1976 dan No. 2330/s/1976. Maksud penugasan itu ialah untuk mengadakan pemetaan topografi Kw. Tompoluan (G. Lokon) dan sekitarnya. Alangkah baiknya sebelum pembaca meneliti laporan ini, supaya memebaca dulu laporan Sdr. Kamid B.So bulan Januari 1976 No. 48…
Di daerah Sulawesi Utara terdapat deretan gunung api yang masih aktif, deretan tersebut masing-masing gunung api awu, Benua Wuhu, Api Siau, Ruang, Tongkoko, Mahawu, Lokon, Seputan dan Ambang. G. Lokon termasuk salah satu gunung api yang paling aktif saat ini di kawasan Sulawesi Utara. Peninjauan ini bertujuan untuk melengkapi peta bahaya G. Lokon memetakan topografi bagian puncak dan menghitung…
Dalam laporan lapangan ini penulis menitikberatkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung-kampung yang terletak disekitar jalur-jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala-gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 1975. Survey dilakukan oleh 2 petugas dan dilaksanakan selama 14 hari