Gunungapi Egon termasuk salah satu gunungapi aktif tipe-A yang terdapat di pulau Flores. Gunungapi Ini memiliki kawah di bagian puncak yang berukuran 525x425 m kubik, dengan kedalaman antara 47,5-195 meter. Tebing yang tinggi terletak di bagian utara, sedangkan yang terendah di bagian barat. Pengamatan visual harian terhadap puncak G. Egon dilakukan dari pos pengamatan yang terdapat di Desa Nan…
Menurut Van Padang (1951), Gunungapi Wae sano digolongkan sebagai gunungapi aktif Tipe C karena sejak tahun 1600an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Menurut Van Padang (1951), gunungapi ini bertipe stratovolkano karena produk letusannya berupa aliran lava dan endapan piroklastik. Wae sano (603 m dpl) merupakan sebuah gunungapi berdanau kawah di bagian Barat Flores dengan ukuran 3,5x…
Kebijakan pemerintah sesuai dengan amanat UU No.26 Tahun 2007, pemanfaatan lahan dalam penyusunan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) di kawasan gunungapi harus mempertimbangkan tingkat kerawanan bahaya yang disebabkan oleh letusan gunungapi. Daerah yang berpotensi untuk wisata adalah tempat-tempat yang menarik dan indah pemandangannya.
Kabupaten Ende yang berada di tengah Pulau Flores, dengan ibukota kabupaten Kota Ende memiliki letak yang cukup strategis yaitu tepat di persimpangan jalan negara yang menghubungkan ibukota kabupaten di bagian timur Pulau Flores (Maumere dan Larantuka) dan bagian barat pulau Flores (Bajawa dan Ruteng). Dengan demikan dari segi Transporatasi darat, Kabupaten Ende berperan sebagai kota penghubung.
Gunung Tambora adalah bagian dari busur Sunda, tali dari kepulauan vulkanik yang membentuk rantai selatan kepulauan Indonesia. Tambora membentuk semenanjungnya sendiri di Pulau Sumbawa yang disebut semenanjung Sanggar. Gunung tersebut meletus dahsyat pada 10 April 1815 yang menelan korban sekitar 92.000 Jiwa. Letusan yang amat mengerikan itu juga menyisakan sebuah kaldera yang sangat besar, ter…
Gunungapi Rokatenda (875 mdpl) adalah gunungapi Aktif bertipe strato yang berada di Pulau Palue. Secara administratif masuk kedalam wilayah kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari catatan sejarah, letusan terakhir terjadi pada tahun 1985 berupa letusan abu setinggi 1000-2000 meter disertai lontaran material sejauh 200-300 meter dari pusat erupsi.
Dalam sejarah letusannya G. Ili Werung pernah meletus sebanyak 16 kejadian, letusan pertama diketahui pada tahun 1870 dan letusan terakhir pada tahun 1995. Pada awalnya pusat letusan-letusannya terdapat di kawah Ili Werung, Adowajo, kemudian pusat letusan bergeser ke arah tenggara pada kawah samping, yaitu Kw. III Gripe dan G. Hobal (gunungapi parasit dari ILi Werung).
Gunungapi Rokatenda (875 mdpl) merupakan gunungapi aktif tipe -A l yang berada di Pulau Palue, Flores. Sejarah erupsi G. Rokatenda bersifat efusif dan eksplosif yang menghasilkan aliran lava, kubah lava, endapan jatuhan piroklastik, dan endapan aliran awan panas/piroklastik. Peningkatan aktivitas vulkanik G. Rokatenda terjadi pada tahun 2012. Gempa Vulkanik serta Gempa Tektonik meningkat signif…
Gunungapi Iya yang terletak di kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu gunungapi paling selatan di Pulau Flores dan termasuk bagian dari jalur vulkanik Banda. Gunungapi Iya adalah bagian dari deretan gunungapi kompleks Iya, yaitu G. Meja, G. Roja dan G. IYa itu sendiri. Kaki bagian Utara dari G. Iya berjarak 1 km dari tepi selatan kota Ende.
Gunungapi Tambora merupakan gunungapi aktif tipe A yang terdapat di P. Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Letusan besar G. Tambora pernah terjadi pada tanggal 10-12 April 1815 mengakibatkan morfologi strato terpancung seperti sekarang ini dengan puncak tertinggi 2851 meter (m) di atas permukaan laut (dpl) dan membentuk sebuah kaldera berdiameter 6x7 km, yang berkedalaman sekiatar 1 kilomete…