Pekerjaan pertama adalah memeriksa keadaan sekitar muka terowongan Lahar Badak (Outlet) tgl. 6 Mei 1978. Waktu pemeriksaan jam 09.35. Cuaca agak mendung, suhu udara 28°C, suhu air 33°C. Warna air jernih, tercium bau busuk disekitar tempat ini. Suara air di "outlet" sangat keras. Sayap (tembok) sebelah selatan roboh, tergeletak dibawah "outlet", dan banyak potongan batang batang kayu dan bambu…
Gunung Kelut merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di P. Jawa. Peramalan kapan terjadinya letusan sangat diperlukan karena penduduk yang bermukim disekitarnya cukup padat.
G. Kelut dan lereng-lerengnya terletak di Karesidenan Kediri. Sifat penelitian ini meliputi pengambilan conto-conto air, yang berasal dari G. Kelut.
Letusan G. Guntur terakhir trjaid pada th. 1847. Sejak itu sampai th 1973 yaitu telah 126 tahun berlalu gunung api ini tidak pernah menunjukan peningkatan ini tidak pernah menunjukan peningkatan kegiatannya lagi. Dengan kata lain kata gunung api ini telah beristirahat lk. 126 tahun, padahal dalam masa th 1803 sampai 1847 itu tidak kurang dari 19 kali kegiatan/letusan terjadi.
Atas perintah dari Kepala Dinas Volkanologi dengan disertai surat perintah jalan lio. 53/3/1968 dan No. 54/3/1963, tertanggal Bandung 29 Djanuari 1963, penulis disertai sdr. Sobana ditugaskan untuk mengadakan pengukuran topografi Kawah O.Kelut tersebut diatas.
Pada tanggal 20 April 1959 penulis dan Sdr. Sudarso berangkat dari Bandung - Kediri terus menuju ke G.Kelut pada tanggal 22 April 1959 tiba di G.Kelut.
Air mineral oleh pribumi di sana dinamakan Airpanas, muncul dari lubang - lubang dari suatu aliran serupa lava trakit tua di kaki tenggara Gunung Guntur pada ketinggian 2403 kaki Rijland dml dan lk 2 pal jauhnya dari Trogon.
Dari hasil penyelidikan ini akan memberikan gambaran posisi gas dan air yang dikeluarkan oleh gunungapi tersebut. Selain itu juga akan didapatkan data - data mengenai suhu, perubahan - perubahan visual yang dapat diperoleh di lapangan fumarola.
Dalam rangka pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi telah dilakukan pemantauan secara terpadu dari berbagai bidang yaitu geokimia, seismik, deformasi, dan laharan.