Pemetaan daerah bahaya G.Guntur dimaksudkan selain melakukan pengecekan keadaan kawah (kegiatan puncak) juga pemeriksaan lembah sungai yang berhulu dari daerah puncak yang akan menampung debu dan pasir hasil letusan G.Galunggung 1982 yang menutupi G.Guntur serta bahan longsoran untuk potensi banjir bandang (galodo).
Untuk mengetahui perubahan kemagnetan dari akibat adanya suatu aktivitas gunungapi, perlu dilakukan pengamatan pada titik - titik amat kemagnetan untuk mengetahui harga dasr kemagnetan disekitar gunungapi.
G.Guntur adalah gunungapi paling giat di Jawa, ia menempati nomor 2, sedangkan nomor 3 diraih G.Merapi. Meskipun gunung ini menjulang tidak lebih dari 3930' di atas dataran Garut, ia sangat ditakuti penduduk, kawahnya yang bergerigi setiap tahun jarang beberapa kali absen, dibarengi suara bergemuruh melontarkan abu, pasir, dan batu, dan menutupi dataran hijau sekitarnya dengan itu.
Pada tanggal 15 Juni 1982 dengan SPPD No. 719/P/82 dan 720/P/82, sdr. Effendi dan saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi untuk mengada kan pemetaan topografi situasi G. Guntur dan sekitarnya. Tujuan dari pada pemetaan ini pertama-tama karena telah 74 tahun belum diadakan pemetaan situasi puncak yang baru, sedangkan peta lama dibuat pada tahun 1908. Kedu…
The purpose of this field trip was to investigate the extent, thickness versus distance relationships, and source of a young scoriaceous air-fall deposit exposed in the vicinity of the Kamodjang geothermal field. This deposit was first noticed in October 1981, exposed along the highway through the Kamodjang area. The eruption of similar scoria in the future could endanger the village of Pangkal…
Pemetaan yang telah dilaksanakan bertujuan membuat peta ge-ologi terperinci berdasarkan pada data lapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta dibantu beberapa acuan da-ri penyelidik terdahulu. Lebih lanjut dari peta geologi yang dihasilkan itu diharapkan dapat diketahui evolusi Kom-pleks G. Guntur serta menunjang data terhadap pembuatan pe-ta daerah bahaya gunungapi.
This report is a short summary of observations, tentative conclusions, and recommendations resulting from a 4-day reconnaissance field trip to the Kamodjang Guntur area in western Java. During this trip, one day was also spent visiting the crater of Papandayan and investigating deposits from the 1772 eruption.
Sebagaimana telah direncanakan dalam tahun 1980 pada tanggal 26 sampai 31 Mei 1980 dilakukan pemeriksaan kawah G.Papandayan, G.Guntur dan G.Galunggung. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui kegi-atan gunungapi tersebut dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Pada tanggal 6 - 8 November 1979 dilakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu di G. Galunggung, G.Guntur, G.Papandayan, dan G.Gede. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya gempabumi tektonik pada tgl 2 November 1979 yang episentrumnya terletak pada 3,85' Lintang Selatan dan 108' Bujur Timur (Pusat Meteorologi dan Geofisika).
Pemeriksaan terhadap . Guntur, 0. Galunggung, G. Gode G. Papandayan dilakukan pada tanggal 13 a/d 21 Haret 1977 dengan tujuan utana adalah untuk mengetahui koadaan kegiatan gunungapi dibandingkan dengan keadaan pemeriksaan yang lampau.