Berkaitan dengan mitias bencana geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi berkewajiban memberikan pelayanan informasi kepada masyarkat mengenai ancaman bahaya gunungapi, gerakan tanah, gempabumi dan tsunami. Sebagaimana kita ketahui secara tektonik, Indonesia terletak di antara 3 lempeng tektonik aktif. Tumbukan lempeng-lempeng tersebut menyebabkan terbentuknya deretan gunungapi se…
Gunung Agung di Bali merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia, bertipe strato dengan komposisi magma andesitic. Puncak gunung Agung memiliki ketinggian sekitar 3014 meter di atas permukaan laut. Letusan Ktastrophik terkahir terjadi pada 19 Februari 1963 dan proses erupsi itu baru berakhir pada Januari 1964. Tipe letusan diantaranya diwarnai dengan adanya awan panas letusanyang menelan kor…
G. Agung adalah salah satu gunungapi aktif tipe A di Indonesia, yang terletak sebelah tenggara G. Batur di P. Bali. Tinggi puncaknya + 3014 m di atas permukaan laut. Tipe gunungapi strtao, yang masih memiliki bentuk kerucut secara utuh. Secara administratip termasuk kedalam wilayah Kecamatan; Rendang, Selat, Sidemen, Bebandem, Abang, Kubu, Manggis dan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Propinsi …
G. Agung merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang mempunyai potensi tinggi untuk menghasilkan erupsi yang mempunyai skala besar. Hal ini digambarkan oleh letusan katastrophik terakhir yang terjadi selama tahun 1963-1964. Letusan ini menghasilkan hampir seluruh aspek bahaya gunungapi berupa: aliran lava, jatuhan abu, aliran piroklastik, piroklastik surge, lahar dan gangguan iklim.
Peningkatan kualitas jaringan seismik G. Batur-Agung merupakan bagian dari peningkatan sistem pemantauan gunungapi di Indonesia. Dengan adanya berbagai kesuitan yang telah ditemui selama beberapa tahun belakang ini terutama dalam hal kualitas signal seismik yang terekam yang terlalu rendah maka pemindahan sistem penerimaan dari yang semula berbasi di Rendang ke yang saat ini di Pos G. Batur tel…
Jaringan seismik regional center di Gunung Batur/Agung Bali terdiri 4 stasiun seismograf d kawasan Gunung Batur dan 4 di kawasan Gunung Agung, sensor yang dipasang di masing-masing stasiun seismograf adalag seismometer :4-C satu komponen yaitu komponen vertikal, data dari stasiun lapangan masih dalam bentuk analog yang setelah sampai di stasiun penerima di Pos Rendang direkam dalam bentuk kerta…
Gunung Agung di Bali merupakan salah satu gunungapi aktif di Indonesia, bertipe strato dengan komposisi magma andesitik. Puncak Gunung Agung memiliki ketinggian sekitar 3114 m di atas permukaan laut. Letusan katastofik terakhir terjadi pada 19 Februari 1963 dan proses erupsi itu baru berakhir pada Januari 1964. Tipe letusan diataranya diwarnai dengan adanya awan panas letusan yang menelan korba…
G. Agung terkenal dengan letusan besar pada tahun 1963 yang menewaskan 1.148 orang. Disamping itu G. Agung sangat berperan didalam kehidupan beragama bagi umat Hindu Di P. Bali, dan juga merupakan daerah tujuan wisata. Sebagaimana gunungapi yang mempunyai sifat letusannya yang besar, G. Agung mempunyai sifat denga periode istirahat yang cukup lama.
Metoda seisimik adalah salahsatu metoda yang dipakai untuk memantai aktvitas Gunungapi dimana metoda ini telah terbukti berhasil dalam mendeteksi gejala awal dari suatu letusan. Metoda seismik ini sangat tergantung pada kondisi peralatan dari jaringan seismik dilapangan, sehingga akan sangat berpengaruh terhadap akurat data yang dihasilkan. Agar kwalitas data yang dihasilkan tetap akurat.
Pengembangan peralatan untuk regional center adalah pekerjaan menerus sebelum ditemukan suatu sistem pemantauan yang kuat, tahan lama, mudah dioperasikan dan mudah dalam pengelolahan data serta mampu memberikan data real time. Hal inilah yang selama ini dikembangkan oleh BPPTK Yogyakarta di RC Bali terutama dalam pengembangan pemantauan seismik.