Pada tanggal 11 September 1973, telah berangkat satu regu dari Seksi Penelitian Gunungapi, untuk mengadakan penelitian/pemerik saan dan pembuatan film dokumentasi terhadap 3 (tiga) buah gunung-api, yaitu di Pulau Bali Gunung Agung, Batur dan di Pulau Lombok ialah satu-satunya Gunungapi Rinjani
Laporan penghitungan volum sisa endapan ladu didalam anak2 sungai T. Unda dan T. Buhu ( dilakukan sedjak tgl. 23 s/d tgl. 30 Djuni 1969), beserta gradien anak sungai. Penghitungan volum sisa endapan ladu telah ditetapkan titik², ditempat mana dibuat penampang2 melintang.
Kegiatan G.Agung selama tahun 1963 jang disertai dua kali letusan paroksismal pada tgl.17 Maret dan 16 Mei dalam tahun itu djuga telah mengeluarkan bahan2 letusan dalam jumlah sangat banjak termasuk ladu jang diendapkan di-lereng2 gunung. Sedjumlah besar diantaranja memasuki pula sungai Unda beserta anak2 sungainja jang berbulu dilereng selatan G.Agung. Ini mengakibatkan hanjutnja djembatan di …
Letusan G. Agung tahun 1963 tidak merupakan bahaja langsung bagi kota Karangasem. Bentjana jang diderita oleh kota ini adalah akibat daripada letusan tsb. jang berupa lahar2 sekunder jang merusak bagian kota disebelah selatan dan barat, daja. Kerusakan telah terdjadi pada setiap musim dan mengingat masih banjaknja endapan bahan letusan dihulu sungai2 jang menudju kearah kota Karangasem, maka di…
Untuk persiapan rapat jang akan diadakan dalam pertengahan bulan Agustus 1967 antara Bagian Volkanologi dengan P.U dan pemerintah Daerah Bali, penulis ditugaskan ke Bali menggantikan sdr. I.Surjo, jang berhalangan datang karena baru mendapat ketjelakaan lalu lintas di Tjibinong, Bogor. Maksudaja untuk mengumpulkan data2 dari lapangan sebagai bahan untuk rentjaan kerdja th. 1968 bagi P.U. Adapun…
Kegiatan kembali ("opleving") magmatik G. Agung pada tgl. 27 Djanuari 1964, merupakan letusan2 miniatur tjorak volkanion ("vulcanina type eruption"), dengan asap2 kelabu hohitam-hitoman bergumpal-gumpal serupa kol kembang dan mentjapai ketinggian maksimal k.l. 4000 m. diatas puntjaknja. Gedjala ini ternjata merupakan detik2 penghabisan dari roda kegiatan volkaniknja sedjak tgl. 16 Februari 1963.
Adapun korban2 manusia sekeliling G.Agung akibat kegiatannja dalam tahun 1963 itu, terutama disebabkan oleh awan panas. dari pada itu, ada djuga jang disebabkan bom2 sslama kegiatan memuntjak pada tanggal 16 Mei 1963 dan karena lahar jang masih panas selama kegiatan2 masih belum mereda, segera setelah paroksismal pada tanggal 17 Maret 1963.
Pada tgl. 22/2-1963 diterima berite, balsa G. Agung meletus. Diminta perhatian periatian dari Volkanologi. Τgl. 23/2-163 a/d. 26/2-63 perdjalanan 26/2-63 perdjalanan dari Bandung - Bali/Karangasem Tgl. 27/2-163 mai mengadakan penindjauan dan mentjari tempat untuk Pos Pengamatan. Se-kurang2nja diperlukan 3 tempat pos pengantan disekitar G. Agung.
The shape of the Agung-volcano - as a "rain-catcher" itself - showed how regularly the rains were pouring down in the surroundings of its summit depending upon the wind direction. Initially the wind was blowing from the East, then it gradually changed into a mix-direction before it kept its steady direction from the West. Owing to the topography of the volcano the first lahars set into motion b…
Let us assume that the permanent volcannic activity is a (steady) state of some regions in the earth's crust. This state is characterised by the rising of hot molten magma and/or by a greater than normal geothermal flow. The latter is accompanied by many secondary phenomena. Differences (cradionts) in pressure and in density of fluids will occur, and mechanical energy will be given off, appeari…