Pengukuran SP tahap I di G.Gede dilakukan pada bulan Juli s/d bulan Agustus 1992, sehubungan dengan program proyek Sub Dit Analisa Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada anggaran tahun 1992/1193.
Penyelidikan magnet di daerah G.Gede bertujuan untuk menyingkap struktur, variasi batuan yang ada, akan menimbulkan suatu anomali. Hasil penyelidikan ini merupakan data dasar bagi G.Gede yang sangat penting bagi penyelidikan di bidang ilmu lain yang terkait.
Dalam penelitian ini, dilakukan pengukuran harga besaran gravitasi bumi (g) dengan cakupan wilayah sekitar Gunung Gede - Gunung Pangrango, sedangkan titik acuannya (BASE) terletak didepan kantor PGA Gunung Gede.
Balise Seismologik CEIS ESPACE adalah alat yang dapat menditeksi, mengklasifikasi, memorisasi, dan mentransmisikan gejala - gelaja seismik. Alat ini berasal dari Perancis, sebanyak 4 set dan sekarang berada di Sub. Dit Analisa Gunungapi.
Seksi Petrokimia dan Gas pada bulan Agustus 1992 melakukan penyelidikan tentang situasi kawah, analisa gas, analisa air, serta sampling batuan puncak. Hasil penyelidikan ini dapat dijadikan data dasar serta membantu dalam upaya pemantauan G.Gede. Pendakian ke puncak G.Gede bisa dilakukan dari beberapa arah. Sedangkan pendakian yang dilakukan pada penyelidikan ini melalui route G.Putri-G.Sela-Ka…
Laporan ini merupakan hasil evaluasi peta daerah bahaya G.Gede (+ 2958 m), yang telah dilakukan pemeta terdahulu pada 1989 (S.Dirasutisna, dkk), guna mendapatkan suatu peta daerah bahaya yang cukup memadai, serta dapat digunakan oleh aparat Pemda atau instansi terkait lainnya dan pemakai peta daerah bahaya G.Gede.
Kegiatan vulkanik G.Gede tampak berupa tembusan solfatara/fumarola aktif pada sejumlah kawah di sekitar puncaknya. Kawah - kawah tersebut merupakan pusat - pusat kegiatan vulkanik/letusan G.Gede di masa lampau dan beberapa diantaranya masih aktif saat ini.
Berdasarkan surat Direktur Vulkanologi nomor 364/104/DGV/91, tanggal 2 Mei 1991 tentang penyuluhan vulkanologi mengenai G.Gede di Kabupaten Daerah Tk. II Cianjur, Sukabumi dan II Bogor, diadakan pembicaraan dengan Asisten Setwilda Provinsi Jawa Barat mengenai jadwal dan lokasi pelaksanaan penyuluhan di daerah - daerah tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari pencarian lokasi titik ukur ungkit kering terdahulu (lap.No.11/DV91), telah dilaksanakan pemasangan bensmark sebanyak 6 buah di lokasi sekitar Gunung Gede yang masing - masing terdiri dari 3 titik ukur ungkit kering oleh penulis bersama tim dalam bulan September 1990 dengan SPPD No. 998 s/d No. 1005/3402/1990.