Peningkatan kegiatan vulkanik G.Kelut (+1731 m) diawali oleh anomali jumlah gempa vulkanik sejak medio November 1989. Suhu air danau kawahnya naik secara lamban bersama waktu.
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu explosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih 1600 mdpl. Sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 200C
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
Maksud penulisan laporan ini adalah untuk melakukan evaluasi kegiatan vulkanik G.Kelut saat ini, selama perioda November 1992 s/d 10 Maret 1993. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkaniknya hingga saat ini (selama Desember 1992 s/d Maret 1993)
Peninjauan perkembangan lahar Gunung Kelut dilakukan pada bulan Mei 1992, terutama untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan lahar setelah musim penghujan sampai bulan Mei 1992, sehingga untuk musim hujan berikutnya bisa diperkirakan daerah atau tempat mana saja yang mungkin akan terlanda dan langkah - langkah penanggulangannya.
Pendataan penduduk di sekitar G.Kelut tidak dilakukan di seluruh Kecamatan, atau Desa yang tercantum dalam peta Daerah Bahaya G.Kelut, dipilih daerah yang dianggap rawan. Pendataan yang dilakukan dapat mempersempit batasan Daerah Bahaya 1 dan Daerah Bahaya 2 yang tercantum dalam Peta Daerah Bahaya G.Kelut.
Penyuluhan bahaya lahar G.Kelut dilakukan dengan cara ceramah, juga disertai sajian rekaman video letusan gunungapi, letusan G.Galunggung th 1982/1983, dan contoh jenis - jenis bahaya akibat langsung gunungapi. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada malam hari dengan harapan yang hadir selain seluruh Aparat semua kecamatan dan desa yang bersangkutan, juga tokoh masyarakat setempat.
G.Kelut dengan ketinggian +1731 mdpl, telah meletus pada 10 Februari 1990 dan setelah letusan kemudian telah dibuatkan peta daerah bahaya lahar yang melanda daerah sekitarnya.
Letusan G.Kelut 10 Februari 1990 telah menimbulkan berbagai kerusakan yang tidak sedikit. Penyebaran material letusannyapun mencakup wilayah yang relatif cukup luas. Suatu indikasi bahwa letusan ini relatif besar yang diperkirakan dapat menimbulkan perubahan topografi/morphologi pada areal sekitar puncak, sehingga dianggap perlu dilakukan pengukuran topografi dan situasi sekitar puncak gunung …
Sehubungan dengan rencana kerja Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Geologi Gunungapi Direktorat Vulkanologi, dalam PELITA ke V Tahun ke 3, tahun anggaran 1991 - 1992 untuk melakukan pendataan kependudukan dan potensi lahar yang akan datang di G.Kelit Jawa Timur, setelah letusan pada 10 Februari 1990.