Berdasarkan SPPD. No. 582/P?79, tertanggal 24 September 1979 dan SPPD. No. 583/P/79 untuk Sdr. Bustamam yang berkedudukan di Bukittinggi Sumatra Barat bersama - bersama ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan G. Marapi yang baru - baru ini mengadakan letuasan abu, yaiut pada tanggal 11 dan 24 Seotember 1979.
Pada umumnya letusan bersiaft esploisf, berupa letusan gas atau asap, yang menyemburkan abu, pasir, lapilli kadang - kadang dengan pelontaran bongkah batuan (bom vulkanik). Letusan membawa lelehan lava terjadi antara th 1888 hingga 1919.
Bersamaan ini kami beritahukan, sesuai dengan laporan lisan yang disampaikan kepad kami oleh petugas Pos Pengawasan Gunungapi G. Marapi di Kota Baru (sdr. Amrizal) tanggal 1 - 18 Agustus 1978.
Gejala - gejala meningkatnya kegiatan G.Marapi mulai tampak pada bulan Juli 1978 terutama bersumber pada Kepundan B-C dan Verbeek, pada awal Agustus 1978 seolah - olah kegiatan G.Marapi terhenti ditandai dengan menipisnya asap dari kepundan - kepundan tersebut diatas.
G, Marapi, G. Tandikat, G. Kerinci adalah termasuk dalam gunungapi yang pernah mengadakan letusan magmatik maupun yang praktik setelah tahun 1600 (tipe A). Kegiatan gunungapi tidak selalu menunjukan gejala yang tetap sepanjang sejarahnya. Maka pengamatan akan kegiatan gunung api perlu dilakukan secara sistematik, sehingga dapat diikuti perkembangan kegiatannya dengan baik.
Tanggal 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari Seksi PETAPI ditugaskan ke G. Marapi, Sumatra Barat. Maksudnya ialah untuk mengumpulkan data - data letusan, melakukan pemriksaan puncaknya, mmebuat penampang - penampang melintang dari beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak (yang memungkinkan bisa dilalui oleh lahar hujan). Pekerjaan dapat diselesaikan tanggal 14 April karena beberapa sunga…
Pada 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari seked PETAPI dengan SPD No. 842/S/1975, ditugaskan ke G. Merapi, Sumatera Barat. Maksudnya untuk mengumpulkan data letusan, melakukan pemeriksaan di puncaknya; dan membuat penumpang melintang beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak, yang mungkin bisa dilalui oleh lahar hujan.
Mengingat pentingnya D.G.B. di Indonesia, yang kepulauannya penuh ditaburi oleh gunung - gunung yang berapi; maka penting sekali jika D.G.B disempurnakan, Demikian pendapatnya pemimpin D.G.B.
Hari Sabtu tanggal 28 April 1979 jam 10.30 WIB. Keadaan masyarakat tanah Minang menjadi panik terurama di kota - kota Padang Panjang : Bukit Tinggi, Padang, Batu Sangkar, dan sekitarnya, disebabkan karena goncangan gempa (II - III MNI). Gempa tersebut ternyata bersumber didekat perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yaitu dengan Epicenter 0.7 Lintang Utara - 99.5 Bujur Timur, dengan keku…
Pada tanggal 7 Juni, Poenarmo Kridoharto, Ubed Betakandata dari seksi Esplorasi Geofisika , Pramono dan penulis ditugaskan ke G. Merapi untuk melakukan pengamatan geomagnet.