Gunungapi Bromo merupakan salah satu gunungapi aktif termasuk kedalam tipe A yang ada di Indonesia, secara administratif terletak di wilayah Kabupate Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur. Tubuh Gunungapi Bromo sebagaian besar tertutup oleh bahan-bahan piroklastik dan sedikit aliran lava, pada umumnya masih gundul, belum ada tumbuhan yang disebabkan oleh adanya sublimasi beler…
Gunungapi Semeru, Bromo dan Lamongan merupakan tiga gunungapi aktif di Indonesia, secara Geografis posisinya saling berdekatan dan memungkinkan untuk dipantau dari suatu tempat yaitu dari Pos PGA G. Semeru di Gunung Sawur. Aktivitas dari ketiga gunungapi ini cukup tinggi, Semeru yang selalu mengeluarkan letusan asap dan guguran serta Awan Panas seperti yang terakhir terjadi tahun 2003 dengan ja…
Bromo Volcano in East Java, Indonesia erupted on June 8, 2004. Monitoring of activitty of the volcano has been continuously done since early 1989 by using seismic observation. Four GPS observations for detection of ground deformation have also ben conducted after an eruption in December 2000. Base on Epoch-by-Epoch Technique.
Setelah menerima pemberitahuan dari Pemerintah Daerah Tingkat II Probolinggo pada tanggal 13 Juni 1980, tentang peningkatan kegiatan G. Bromo, Jawa Timur, Direktorat Vulkanologi mengirim suatu tim terdiri dari 2 orang untuk mengamati dari dekat keadaan G. Bromo. Tim yang diberangkatkan dari Yogyakarta (petugas sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan penyelidikan rutin G.Merapi) berada di Br…
G. Bromo hanya mengeluarkan abu, kerikil, dan bom-bom lava. Tidak diketahui mengalirnya lava diwaktu sejarah. Kadang-kadang abunya merusak perkebunan disekitarnya seperti terjadi dalam tahun 1915 dan 1948.
Bromo hanja melontarkan abu, lapili dan bom2 lava, berupa esplosi normal dalam kawah pusat. Lava tidak mengalir delen waktu seijarah. Kadang2 abunja merusak perkebunan disekitarnja, seperti halnja dalam tahun 1915 dan 1948
Pemetaan zona risiko dilakukan untuk mengetahui tingkatan risiko bahaya gunungapi secara kwalitatif di G. Bromo berdasar jenis potensi bahaya, pemanfaatan lahan, jumlah penduduk, serta data lainnya yang berkaitan dengan sosial ekonomi.
Letusan gunungapi memiliki dampak yang berbahaya, salah satunya abu vulkanik. Upaya mitigasi pra bencana untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa dapat dilakukan dengan pemetaan zona rawan bencana gunungapi. Penelitian ini mengkaji zona rawan bencana sebaran abu vulkanik Gunungapi Bromo dengan menganalisis faktor elemen bahaya, geografis fisik, lingkungan, sosial, dan budaya.