Gunung Merapi adalah gunungapi yang paling aktif di seluruh Indonesia. Pada waktu bekerja giat di bangunlah kubah lava yang kemudian dihancurkan lagi. Kegiatan yang bersifat membangun dan merusak ini mengakibatkan tingginya selalu berubah. Pada pengukuran 1962 tinggi G. Merapi adalah +2947m di atas permukaan laut. Tiitk ketinggiannya selalu berpindah-pindah. Oleh karenannya daerah yang terancam…
Pada bulan Juni 1961 dari Jawatan geologi. Ururan volkanologi dilancarkan pemeriksaan kepuncak mahameru kawah Djonggring seloko dan penulis berkenan mengikuti rombongan ekspedisi yang di pimpin oleh Sdr. I. Soenarja
Sesuai dengan rencana kerja Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Tahun Anggaran 1988-1989, telah diberangkatkan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi ke G. Guntur dan G. Papandayan, Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Maksud dan tujuan tim ini adalah selain pendataan informasi kependudukan, tata guna tanah, tingkat kerawanan bahaya Gunungapi, juga menga…
Gunung Slamet (+3438), salah satu gunungapi aktif yang menampakkan stadia Tipe-A yang terletak pada Peg. Serayu Utara di bagian barat wilayah Jawa Tengah. Pada 12-13 Juli 1988 gunungapi tersebut telah menampakkan kembali peningkatan aktivitas vulkaniknya berupa letusan abu dengan lontaran bongkah lava-pijar. Hembusan abu setinggi 100-800m, lontaran bongkah lava-pijar melampaui bibir kawah akti…
Dalam periode Pelita IV tahun anggaran 1988-1989, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Penanggulangan Ba-haya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkano logi ke G. Ciremai. Tim Pemetaan terdiri dari Sumarna Hamidi, B.Sc (SPPD No. 2187/0441/3402-1989). Ato Djuhara (SPPD No. 2188/0441/3402/89), Agus Martono (SPPD No. 2189/0441/3402/198…
Pada tahun 1978 di sekitar kawah G. Papandayan telah dilakukan pengukuran oleh Sdr. Samud W., Ato Djuhara, dan Agus Karim namun pekerjaan ini tidak berlanjut dikarenakan beberapa hal. Sedangkan untuk membuat peta situasi yang memadai guna menunjang peta daerah bahaya yang dibuat oleh Sdr. P. Kasturian, Samud W., dan A Djadja Sumpena pada tahun 1985, peta situasi ini baru dapat menyajikan kira k…
Dengan surat perintah perjalanan dinns no.66/041/3102/1989, 14 Jun11989, pengemudi Kosim Al Sukar, Sobana Rasid, Komar Res-tika Jaya dan penulis ditugnskon Kepala Seksi Pungukuran Topogra fi & Penyelidikan Deformasi untuk penyelidikan dan pengukuran de formasi metode ungkit disekitar G. Guntur dan G.Lamongan antara tanggal 12Juni 1989-15Juli 1989, dimana laporan G. Guntur disu sun oleh Komar Re…
Dengan SPPD nomor 1108/0441/3402/90, tertanggal 8 Oktober L. Dioharman BSc, Ir. Pudjo Asmoro MSc, Nanang Rahardja dan pengemudi Kosim Alsukar dengan kendaraan dinas Toyota D. 7774 V. ditugaskan ke G. Lamongan, Kabupaten Lumajang 20 hari dari pengukuran mengetahui tanggal 8/10 s/d 27/10 - 1990 Jawa Timur selama untuk melakukan deformasi di sekitar lereng bagian barat guna tingkat keaktifan G. La…
G-Borak Marapi terdapat di daerah Lecamatan Kotanopan dan Napal. di Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatra Utara. Dalam sejarah kegiatannya 8.Sorik Marapa pernah meletus dalam tahun 1830, 1879, 1892, 1893, 1917, 1970 dan 1986. Jenis akibat Letusannya Letusannya, adalah preatik. Tidak terdapat korban tetapi dari lahar hujan pada tahun 1892 lk. 180 orang tewas.
G. Sorik Marapi terdapat di daerah Kecamatan Kotanopan, Ka bupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatra Utara. Dalam sejarah kegiatannya, G. Sorik Marapi pernah meletus dalam tahun 1830, 1879, 1892, 1893, 1917, 1970 dan 1986. Jenis kegiatannya adalah letusan preatik. Korban manusia akibat letusannya tidak ada. Dalam tahun 1892 pernah terjadi korban sebanyak 180 orang, meninggal akibat lahar hujan.