I came up to Tokyo by flight on January 18th (and returned to Kagoshima on 20 th) to talk with staffs of the JSPS ( Japan Society for the Promorion of Science). We talked about the successful Krakatau Volcano Research and its related works which were made jointly together with Indonesian excellent co - workers.
Maksud dan tujuan tulisan ini adalah merupakan laporan kegiatan gunung marapi selama satu bulan Mei 1980. Agam dan tanah datar. Sebagaimana tekah diketahui bhawa G. Marapi ini menunjukan peningkatan kegiatannya sejak tahun 1970 sampai kini.
Pada umumnya letusan bersiaft esploisf, berupa letusan gas atau asap, yang menyemburkan abu, pasir, lapilli kadang - kadang dengan pelontaran bongkah batuan (bom vulkanik). Letusan membawa lelehan lava terjadi antara th 1888 hingga 1919.
Gejala - gejala meningkatnya kegiatan G.Marapi mulai tampak pada bulan Juli 1978 terutama bersumber pada Kepundan B-C dan Verbeek, pada awal Agustus 1978 seolah - olah kegiatan G.Marapi terhenti ditandai dengan menipisnya asap dari kepundan - kepundan tersebut diatas.
diterima kawat dari gubernur Sumatera Barat dan sdr. R.J. Radja Sampono bhawa g. Talang mulai tgl 10 Oktober 1967 pagi - pagi sudah meletus.
Pada tanggal 15 -13- 1981, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi untuk melakukan pengukuran topografi terkahir yang ada ukuran Sdr. Samud W. Tahun 1977 di perkirakan sudah banyak perobohannya, setelah antara tahun 1977 sampai dengan tahun 1981 sering terjadi kegiatan.
Dalam rangka melaksanakan rencana kerja Kegiatan lapangan dari bagian proyek pemetaan daerah bahaya Gunungapi,, Seksi Penanggulangan Bahaya, maka ditugaskan lima orang anggota yang terbagi menjadi dua tim.
Menjelang akhir tahun 1972, G. Anak Krakatau mungkin tidak mau ketinggalan untuk menyambut tahun baru 1973 dengan batuk - batuk dan letusan asap.
Pada tanggal 17 Juni 1981 dengan SPPD No. 677/P/81 dan 678/P/81 Sdr. Effendi dan saya ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi Sub Dit Pemetaan Gunungapi mengadakan pemetaan topografi puncak Gunung Kerinci di Kabupaten Sungai Penuh Provinsi Jambi selama 25 hari.
Walaupun Gunung Kunyit digolongkan dalam tipe B, tetapi Kasi Pemetaan Topografi menugaskan saya untuk melakukan pengukuran situasi puncak/kawah Gunung Kunyit Kabupaten Sungai Penuh Provinsi Jambi., karena peta yang ada di Perpustakaan iala peta tahun 1925, diperkirakan sekarang telah banyak mengalami perubahan - perubahan.