Pada 20 Oktober 2007 aktivitas kegempaan G. Anak Krakatu kembali meningkat, tercatat gempa Vulkanik Dalam (VA) 20 kejadian dan Vulkanik Dangkal (VB) 29 kejadian. Hari berikutnya 21 Oktober 2007, terjadi peningkatan jumlah gempa secara tajam yaitu gempa VA 117 kejadian dan VB 68 kejadian. Pada 22 Oktober 2007, gempa VA tercatat 88 kejadian dan Vb 34 kejadian, pada 23 Oktober 2007 terjadi letusan…
Naiknya aktivitas kegempaan (seismik) G. Anak Krakatau yang mencolok, dimana seismograf yang biasanya merekam 10 kejadian gempa vulkanik perhari tiba-tiba melonjak pada 14 Okotober 2007 dan mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2007, serta adanya kepulan asap dengan tinggi kurang lebih 150-200 m dari puncak G. Anak Krakatau yang terlihat pada hasil foto kamera mobotik di P. Sertung, yang juga terl…
Berdasarkan data rekaman gempa-gempa vulkanik, aktivitas G. Anak Krakatau berfluaktuatif. Pada 16 Mei 2005 aktivitas G. Anak Krakatau menunjukkan peningkatan, sehingga status aktivitas dinaikan dari Aktif Normal jadi Waspada, pada 24 Septembe 2005 terjadi kembali kenaikan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah gempa vulkanik type-A (VA) 45 kejadian dan gempa vulkanik type…
Aktivitas letusan G. Anak Krakatau dari tahun 1930 hingga 1953 terjadi setiap tahun sedangkan dari 1953 hingga 2001 terjadi setiap tahun hingga lima tahun sekali. Sejak terakhir G. Anak Krakatau terjadi pada tanggal 5 Juli 2001 berupa erupsi abu, sampai terjadinya letusan baru pada 23 Oktober 2007 merupakan fase istirahat yang relatif panjang yaitu 6 tahun. Berdasarkan data rekaman gempa-gempa …
Dari catatan sejarah kegiatan vulkanik, G. Krakatau merupakan gunungapi yang sangat aktif dan dampak letusannya paling destruktif di dunia, tercatat bahwa pada tanggal 27 Agustus 1883 G. Krakatau meletus sangat besar, melontarkan rempah vulkanik dengan volume 18 km3, tinggi asap 80 km, menimbulkan gelombang pasang )tsunami) setinggi 30 m di sepanjang pantai barat Banten dan pantai selatan Lampu…
Dari catatan sejarah vulkanik G. Krakatau, terlihat gunungapi ini merupakan gunungapi yang sangat aktif. G. Anak Krakatau sejak muncul 19 Juni 1930 hingga 2004, telah terjadi erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dari sejumlah letusan tersebut, pada umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar antara 1-8 tahun da…
Gunungapi Anak Krakatau adalah berupa suatu pulau gunungapi yang aktif terletak di dalam Kaldera Krakatau. Dalam sejarah letusannya tercatat bahwa G. Krakatau meletusa sangat besar pada bulan Agustus 1883. Karena letusan katastropis itu sebagian tubuh gunungapi ambruk (runtuh) menyebabkan terjadinya gelombang tsunami besar ke arah Lampung (tinggi gelombang lebih dari 15 m), mengakibatkan korban…
Dari catatan sejarah kegiatan vulkanik G. Krakatau, terlihat gunungapi ini merupakan gunungapi yang sangat aktif. G. Anak Krakatau sejak muncul 19 Juni 1930 hingga 2004, telah terjadi erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dari sejumlah letusan tersebut, pada umumnya titik letusan selalu berpindah -pindah di sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar antara 1-…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan hasil kelanjutan proses erupsi yang terjadi pada Kaldera Krakatau. Letusan Gunung Krakatau tahun 1833 yang menghasilkan kaldera tersebut telah menimbulkan bencana tsunami yang menelan korban hingga 36000 jiwa. Gunungapi Anak Krakatau secara langsung telah menimbulkan kembali satu ancaman bencana bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar komplek Krakata…
Gunungapi Anak Krakatau adalah merupakan salah satu pulau gunungapi yang terdapat di dalam kompleks gunung Krakatau. Gunungapi ini sering meletus sejak pertumbuhannya pada tahun 1960 hingga letusan terakhir tahun 1996, dengan menghasilkan endapan-endapan baru yang menyebabkan terjadinya perubahan permukaan, dan sebagai akibatnya peta topografi yang tersedia, yang dibuat tahun 1983 tidak sesuai …