Pengamatan visual dilakukan dari Pos PGA di Harubala dari sejak tanggal 25 Agustus sampai dengan tanggal 14 September 1998, puncak G. Ili Boleng pada umumnya tampak jelas kecuali pada sore hari kadang - kadang tertutup kabut tipis. Hembusan asap solfatara dipuncak tidak terlihat. Sedangkan pengamatan gempa G. Ili Boleng dilakukan dengan menggunakan 1 unit seismograf elektromagnet Hosaka sistim …
Selama pengamatan dari Pos PGA Ropa maupun dari P. Palue pada bulan September 1998 puncak G. Rokatenda pada umumnya tampak jelas, jarang tertutup kabut. Hembusan asap solfatara putih tipis dengan ketinggian lk. 30 m terlihat dipuncak. Sementara itu, setelah peralatan seismograf diperbaiki, tidak diperoleh data gempa, yang tercatat hanyalah getaran lain, seperti pohon tumbang dan lain sebagainya.
Untuk mengamati aktifitas G. Agung dilakukan dari 3 lokasi Pos Pengamatan, yaitu Pos Rendang terletak disebelah barat daya dari puncak, Batulompeh terletak disebelah utara dari puncak dan Budakeling terletak disebelah tenggara dari puncak. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan pengamatan gempabumi.
Pengamatan kegiatan G. Sirung telah dilakukan sejak Agustus 1994, Pos PGA G. Sirung lokasinya terpencil, transportasi umum dari Labuhan Baranusa ke Pos Pengamatan belum ada. Sehingga untuk kelancaran kebutuhan Pos Pengamatan sering terlambat dalam perjalanan keluar maupun masuk ke P. Pantar. Sebaiknya untuk kelancaran operasional Pos Pengamatan G. Sirung, Direktorat Vulkanologi perlu melakukan …
Seismograf di G. Egon sejak dipasang pada Mei 1995 beroperasi dengan baik, tetapi sejak Januari 1996 hingga awal Mei mengalami kerusakan sehingga data yang diperlukan hilang, setelah dilakukan perbaikan pada Mei 1996, seismograf berfungsi kembali dengan baik. Rekaman gempa di G. Egon umumnya didominasi oleh gempa tektonik jauh yang rata - rata tiap bulannya merekam sebanyak lebih dari 100 kejad…
Pengamatan aktifitas G. Sirung dilakukan secara menerus sejak tahun 1994, setelah dibangunnya Pos Pengamatan. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan visual, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa bumi. Pengamatan sehari - hari dilakukan oleh petugas setempat yang hanya terdiri 1 orang.
G. Anak Ranakah merupakan gunungapi yang keberadaannya tidak diduga, karena muncul dari gunungapi tua yang tidak aktif ribuan tahun, serta terdapat diantara dua bukit yaitu Pocok Ranakah dan Pocok Mandasawu. Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi di Kampung Poka. Pemeriksaan puncak yang dilakukan pada 26 Juli 1997 dimaksudkan untuk mengetahui perubahan - perubahan yang terjad…
Selama pengamatan kami disana dari pertengahan Juni sampai dengan akhir Juni 1997, G. Rokatenda tampak jelas, asap Solfatara tampak umumnya berwarna putih tipis dengan tekanan gas lemah lk. 20 meter dari atas puncak. Sedangkan pengamatan gempa G. Rokatenda dilakukan dengan menggunakan Seismograf Kinemetrics PS-2 sistem radio telemetri (RTS).
G. Agung merupakan Gunungapi Aktif tipe A, selayaknya untuk dipantau secara terus menerus kegiatannya, selain pengamatan dengan kegempaan dan visual dari Pos, kita juga mengetahui keadaan kawah G. Agung dan sekitarnya, sehingga Direktorat Vulkanologi Bandung menugaskan staf Seksi Bali dan Nusatenggara yaitu penulis dengan Sdr. Ariestika Gunalan.
Dibandingkan dengan aktifitas kegempaan antara Januari - September 1996 jumlah gempa vulkanik tercatat rata - rata 23 kejadian per bulan. Sehingga secara kegempaan sampai dengan September 1996, G. Banda Api aktifitasnya dinilai pada aktif normal. Didukung pula oleh data visual berupa hembusan asap putih tipis bertekanan lemah dengan ketinggian mencapai lk. 30 meter dari Kawah Puncak, sedangkan …