Buku ini merupakan kumpulan kuliah tamu dan makalah ilmiah yang dipresentasikan pada 12th International Symposium on Landslides yang diselenggarakan di Naples, Italia, pada 12-19 Juni 2016. Fokus utama karya ini adalah untuk mempertegas hubungan erat antara tanah longsor dengan berbagai bencana alam lainnya melalui empat sesi pembahasan utama, yaitu tanah longsor yang dipicu oleh aktivitas vulk…
Buku ini menyajikan studi interdisipliner yang menggabungkan prinsip mekanika tanah dan geologi teknik dengan ilmu lingkungan untuk mengatasi masalah kontaminasi bawah permukaan. Fokus utamanya adalah pada perilaku tanah dan batuan ketika berinteraksi dengan limbah industri, domestik, dan bahan kimia berbahaya
Salah satu bencana alam di Indonesia yang paling banyak menakan korban baik yang menimbulkan kematian maupun keruian materi adalah bencana geologi gerakan tanah. Kejadian gerakan tanah dengan skala besar maupun kecil sering melanda di semua provinsi di indonesia, terutama pada musim hujan. Salah satu sarana untuk mengurangi resiko akibat bencana adalah dengan melakukan mitigasi yang dapat dilak…
G.Tandikat secara adminstratif terletak di wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dengan posisi geografis puncaknya berada pada 0°25′57,30" Lintang Selatan dan 100°19′01,69" Bujur Timur. Tinggi dari permukaan laut mencapai 2438 m dari muka laut atau 1740 m dari dataran Bukittinggi Selama sejarah kegiatannya gunung ini hanya diketahui pernah meletus sebanyak 2 kali yaitu letusan …
Di awal tahun 1990-an minat para wisatawan dari mancanegara dan nusantara untuk kembali ke alam (back to nature) semakin bertambah. Keinginan wisatawan ini harus dimanfaatkan dan dikelola dengan baik menjadi salah satu komoditi untuk meningkatkan pendapatan devisa negara maupun pendapatan asli daerah. Hal ini sangat memungkinkan karena kita mempunyai sumber daya alam dan budaya yang beragam. Sa…
Salah satu realisasi dari tugas nyata Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun anggaran 1991/1992 adalah melakukan Pemetaan Geologi G. Marapi tahap pertama.
Pada pertengahan bulan November 1981 yang lalu daerah Sumatera Barat telah terjadi gempa yang cukup kuat beberapa kali beruntung mengguncangkan Kota Padang, Padang Panjang sampai Bukittinggi dan sekitarnya.
Sejak peningkatan kegiatan G. Kelut bulan Agustus 1973, perhatian terhadap salah satu gnungapi yang berbahaya itu sangat meningkat pula, yaitu dalam usaha pengumpulan data sehubungan dengan gejala kegiatannya.
Penanaman kabel bawah tanah ini dilakukan untuk seismograf jaringan tripartit menggantikan kabel yang lama dan memindahkan transduser ke tempat yang baru yang diperkirakan jauh dari gangguan setempat.
Atas permintaan Dinas Gunungapi maka oleh Urusan Geologi Teknik dari tanggal 14 November 1952 sampai dengan 14 Desember 1952 telah diadakan pemeriksaan global terhadap tanah dasar tempat - tempat yang direncanakan untuk mendirikan pos penjagaan G.Kelud dan dijalan - jalan yang akan menghubungkan dengan daerah dibawah, terutama dengan tempat - tempat yang ada jalan mobil.