Dengan menggunakan ilmu geodesi, kondisi aktivitas gunungapi dapat dipantau sehingga banyak sekali metode di bidang geodesi yang digunakan untuk pemantauan gunungapi, salah satunya metode deformasi. Metode deformasi membantu dalam pemantauan aktivitas gunungapi dengan memberikan petunjuk mengenai apa yang terjadi jauh di bawah permukaan tanah.
Erupsi gunungapi pada umumnya didahului oleh peningkatan aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan tekanan akobat aktivitas magmatik pada sistem konduit gunungapi. Aktivitas magmatik akan menimbulkan terjadinya gempa-gempa mikro di gunungapi serta mengakibatkan perubahan sifat fisis medium dan mempengaruhi kecepan gelombang seismik.
Gunung Kelud adalah salah satu gunungapi aktif di Pulau Jawa. Pergerakan magma gunungapi ini perlu di waspadai. Penelitaian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman hiposenter dan pergerakan magma. Data yang digunakan adalah data sekunder dari PVMBG berupa rekaman gempa.
Gejala aktivitas vulkanik dan tektonik pada beberapa masa krisis di G. Kelut selama selang waktu antara letusan 1966 sampai 1990 dianalisis untuk mendapatkan pola kegiatan magmatik G. Kelut. Gejala tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan megmatik berhubungan dengan kalainan sebaran gempa tektonik mulai kedalaman 100km dan ativitas vulkanik merupakan lanjutan ativitas tektonik tersebut.
Salah satu upaya mitigasi bencana erupsi yang dapat terjadi pada Gunung Kelud yaitu dengan cara melakukan pengamatan pergerakan pada tubuh gunung tersebut melalui pemantauan deformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan gejala deformasi, dilihat dari nilai regangan di setiap titik pengamatan yang terjadi di Gunung Kelud dengan menggunakan data pengamatan GPS tahun 2016-2018.
Penelitian mengenai potensi bahaya lahar dapat membantu masyarakat yang bertempat tinggal di daerah gunung api aktif untuk mengatisipasi adanya bahaya lahar yang kemungkinan akan menimpa masyarakat tersebut. Daerah penelitian terletak di Kali Bladak daerah Gunungapi Kelud, Kab. Blitar, Provinsi Jawa Timur, pada Peta rupabumi terletak pada lembar Blitar, Serengat, Wilingim kandar, Cancar, Krisik…
A Geological study of Mt. Kelut is interisting because no detailed volcanological, seismic, petrologic, or geochemical study has been published for this volcano.
Gempa bumi vulkanik yang terjadi di suatu gunung api dapat terjadi karena berbagai faktor dan tiap event dapat mempunyai mekanisme sumber yang berbeda-beda, dengan melakukan klasifikasi sinyal dari berbagai jenis event volkano seismik yang terekam yaitu dengan melihat pola dari masing-masing sinyal dapat membantu proses indentifikasi mekanisme sumber yang terjadi di dalam tubuh gunung api.