Atas permintaan Dinas Gunungapi maka oleh Urusan Geologi Teknik dari tanggal 14-11-1952 sampai dengan 14-12-1952 telah di-adakan pemeriksaan global terhadap tanahdasar tempat-tempat jang direntjanakan untuk mendirikan pos-pend jagaan G. Kelud, dan djalan-an-jalananjang akan menghubungkan dengan daerah dibawah, terutama dengan tempat-tempat jang ada djalan-mobil. Pemeriksaan ini diser-tai dengan…
Atas perintah Sdr. Kepala Urusan Gunung Berapi disetujui oleh Kepala Djawatan Geologi, maka kami dengan Sdr. Rd. Suwignjo, berangkat pada tanggal 4/9-53 dari Bandung -Yogyakarta. Di Yogyakarta mengambil tempo satu hari, guna membereskan tugas - tugas dengan Sdr. Surjo, dikantor Cabang Pertambangan Bintaran Lor 22 Yogyakarta.
Banjir lahar di daerah G. Sermora pada tanggal 20 September 1978 terjadi akibat turun hujan torus nemoras solana 4 (empat) hari, so-Jak tanggal 19 September 1978. Kejadian tersebut dimuat dalam surat Kabar SIHAR HARAPAN pada tanggal 27 September dan Harian KOMPAS pa da tanggal 28 September 1978, bahwa Besuksat-K. Hujur dan K. Láp-rak dilalui oleh banjir tersebut.
Kawah Ijen merupakan gunungapi aktif (tipe A) yang terletak di wilayah kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Gb. 1). Secara geografis terletak pada 08 03 30 Lintang Selatan dan 114 14 30 Bujur Timur, dengan ketinggian +2386 meter di atas permukaan laut.
G. Kelut merupakan salah satu gunungapi yang sangat berbahaya di Jawa Timur. Setelah letusannya yang terakhir pada 26 April 1966, hingga saat ini masih tetap tenang. Meskipun telah istirahat selama lebih dari 22 tahun. Diperkirakan pada waktu sekarang ini gunungapi tersebut telah memasuki masa yang diperkirakan akan giat kembali. Oleh karena itu, sejak beberapa tahun yang lalu sistem pengamata…
Gunung Lamongan (+1671 meter) merupakan suatu gunungapi aktif (tipe A) di Indonesia yang mempunyai ciri khusus yaitu terdapat banyak bekas hasil letusan di daerah kakinya. Gunungapi tersebut terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Gambar 1).
Dari tanggal 4 Juli 1988 s/d 23 Juli 1988, L.Djoharman, B.Sc, Komar R. dan pengemudi Kosim Al Sukar ditugaskan ke G. Tangkubanparahu (Jawa Barat) dan G. Lamongan (Jawa Timur), untuk melakukan penelitian dan pengukuran deformasi di kedua gunung tersbut.
Untuk mengetahui perubahan situasi danau kawah G. Galunggung. Sebagaimana pembaca ketahui bahwa antara th. 1987 s/d 1988 telah terjadi kemarau yang cukup panjang. Oleh karena itu Kasi PETAPI menganggap perlu melakukan pengukuran kedalaman maupun situasi sekitarnya di gunung ini, guna mengetahui berapa volume air kawah pada saat ini.
Sebagai tindak lanjut monitoring pengukuran deformasi G. Lamongan telah dibuat lintasan pengukuran levelling sekitar Curah Buntu untuk arah utara-selatan dan timur-barat.
Pegunungan gunung Dieng terdiri dari dua buah gunungapi Strato tipe A yaitu Butak Petarangan (Timbang) dan G. Prau. Keduanya termasuk dalam komplek pegunungan Dieng. Komplek tersebut meliputi tiga wilayah Kabupaten, yakni Wonosobo, Banjarnegara dan Pekalongan.