Gunungapi Papandayan merupakan gunungapi aktif tipe A strato yang memiliki beberapa kawah aktif diantarany: kawah Emas, kawah Manuk, kawah Nangklak dan Kawah Baru. Aktivitas vulkanik G. Papandayan cukup tinggi pasca letusan di tahun 2002, ditandai dengan beberapa kali peningkatan gempa-gempa vulkanik kendati tidak diakhir dengan terjadi letusan.
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif berbentu strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk Tipe A. Gunung Kelud juga merupakan salah satu gunungapi yang sebelum bulan November 2007 mempunyai danau kawah dipuncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air 2,6 juta meter kubik.
Gunungapi Perbakti merupakan salah satu gunung api yang berada di sebelah Baratdaya G. Salak Menurut Van Padang (1951(, G. Perbakti termasuk kedalam kelompok gunungapi tipe C, dimana aktivitas vulkanik saat ini berupa solfatara dan fumarola. Saat ini G. Perbakti telah dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga Panasbumi.
Gunungapi Tangkuban Parahu adalah gunungapi strato tipe A yang berada dekat dengan pusat Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung. Di bagian puncak G. Tangkubanparahu terdapat 9 buah Kawah. Daerah sekitar puncak merupakan kawasan hutan lindung sedangkan di bagian kaki dan lereng terdapat pemukiman penduduk, terutama lereng selatan, timurlaut, dan utara.
Gunungapi Dieng merupakan salah satu gunungapi aktif bertipe strarto dengan lapangan solfatara dan fumarola serta banyak kawah (cone). Secara geologis, Pegunungan Dieng merupakan daerah yang banyak terdapat patahan atau sesar. Struktur runtuhan kompleks Dieng pada akhir Pleistocene menghasilkan rekahan (Fault) yang luas.
Kompleks G. Bromo - Tengger terdiri dari dua buah kaldera yang saling tumpah tindih. Sebagian area kaldera tua hilang akibat pemunculan kaldera yang lebih muda. Dasar kaldera ini memiliki ketinggian lebih kurang 2100 m di atas permukaan laut dan sebagian besar tertutup oleh endapan pasir lepas. Tinggi dari tebing kaldera ini l. 150 -1500 m dari lautan pasir.
Indonesia memiliki 127 )seratus dua puluh tujuh) gunungapi aktif, terdiri atas 77 (tujuh puluh tujuh) gunungapi Tipe A, 29 (dua puluh sembilan) gunungapi tipe B, dan 21 (dua puluh satu) gunungapi tipe C. Gunungapi tipe A adalah gunungapi yang mengalami letusan sejak tahun 1600. Gunungapi tipe B adalah gunungapi yang sesudah tahun 1600 belum mengalami lagi erupsi magmatik, tetapi masih memperlih…
Ciremai merupakan gunungapi Kuarter aktif dan memiliki sejarah letusan yang tercatat sejak tahun 1698. Secara administratif berada di Provinsi Jawa Barat, mencakup Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Di bawah mikroskop lava-lava G. Ciremai umumnya memiliki tekstur porfititik, innequigranular, kemas tutup
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strato yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982-1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian yang umumnya diakhiri dengan pembentukan sumbat atau kubah lava. Produk letusan berupa hujan abu, lumpur, awan pana, dan aliran piroklastik.
Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi strtao yang berada di blok tektonik Priangan bagian selatan, yaitu G. Malabar, G. Patuha, G. Wayang, G. Papandayan, G. Guntur, G. Cikuray, dan G. Galunggung itu sendiri. Gunungapi Galunggung terakhir kali meletus pada tahun 1982 - 1983. Sifat letusannya magmatik eksplosif dan strombolian yang umumnya diakhiri dengan pembentukan sumbat atau kubal lava.