G. Kie Besi di P. Makian terletak di sebelah Barat Daya P. Halmahera pada posisi 0° 19' Lintang Utara, 127°24' Bujur Timur termasuk salah satu Gunungapi strato dengan tinggi di atas permukaan laut 1357 m. Demikian pula G. Gamalama yang terletak di P.Ternate, pada posisi 0°48' Lintang Utara, 127°18,5' Bujur Timur, termasuk Gunungapi tipe strato dengan ketinggian 1725m di atas permukaan laut.
Dalam pemeriksaan ini Gunungapi-gunungapi yang diperiksa kegiatannya adalah G.Dukono, G.Gamkonora keduanya terletak di Pulau Halmahera dan G.Tangkoko di Sulawesi. Pemeriksaan ini dilakukan dari tanggal 18 April -12 Mei 1984, dengan peralatan yang digunakan adalah thermoneter maks 200 ° dan peta Top masing-masing kawah. Hasil dari pemeriksaan ini selain untuk data juga sebagai bahan perbandinga…
Untuk menentukan sensitivitas tranduser dapat dilakukan dengan berbagai metoda, diantaranya, DC Method, AC Method, Weight Method, Test Coil Method, Tilt Method, Condencer Method dan Damping Constant Method. Meskipun demikian, dalam menentukan sensitivitas tranduser Horizontal dan Vertikal yang berada di Pos Pengamatan Gunungapi Rendang dan Budakeling diterapkan metoda damping constant.
Dalam rangka kunjungan kerja MENKO KESRA dan MENDAGRI ke daerah pengungsian akibat bencana letusan G. Colo dan G. Gamalama, penuli di tunjuk mewakili Bapak Direktur Jenderal Pertambangan Umum (Anggota Badan Kordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Alam)
G. Gamalama yang juga disebut Piet van Ternate atau G. Ternate. (1715 m), terletak di Pulau Ternate, merupakan gunungapi strato dan termasuk salah satu gunung aktif di Indonesia. Dalam sejarah, letusan atau peningkatan kegiatan bermula pada tahun 1538, Hingga kini telah terjadi sebanyak 74 kali peningkatan. Letusan terakhir terjadi pada 9 Agustus 1983.
Sesuai dengan rancana kerja Seksi Penganggulangan Bahaya/Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunung Api. Pada tangaal 1 Oktober 1982 saya, bersama Sdr. A. Djuhara W dan Sdr. Djadja Sumpena dengan Sppd masing masing No. : 2124/P/82, 2125/P/82, 2126/P/82 ditugaskan ke daerah Maluku Utara untuk mengadakan Pemetaan daerah bahaya dan pemeriksaan puncak gunungapi Malumpang Warirang di Pulau Halmaher…
Sesuai dengan SPPD yang bernomor 2229/P/1981, tertanggal 19 Oktober 1981 penulis berangkat dari Bandung dengan tujuan P. Makian G. Kie Besi. Maksud perjalanan ini ialah untuk mengadakan pemeriksaan kawah G. Kie Besi untuk melihat sampai dimana kegiatannya. Dari hasil pemeriksaan ini kegiatan vulkanik kawah tidak menunjukkan adanya peningkatan, baik di sekitar danau kawah maupun pada lerengnya.
G. Makian adalah salah satu diantara 127 buah gunungapi di Indonesia yang terhitung aktip dan salah satu diantara 51 buah gunungapi yang perlu mendapat pengawasan yang teratur. Letusan G.Makian dapat disejajarkan dengan letusan G.Kelut di Jawa Timur atau letusan G.Awu di P. Sangir Besar. Gunungapi2 ini biasanya meletus dengan dahsyat dalan waktu yang relatip berlangsung sangat pendek, katakan k…
Pada 17 Desember 1980 saya dengan SPPD n. 1962/P/80, A.D. Viranapu dan tra A.D. Sumpena ponsurvai dari Saksi Penotaan Vopografi dengan SPPD n. 1963/P/00 dan SPPD n. 1964/P/60 ditugaskan ke Dasrah Haluka Utara untuk melakukan pameriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Ibu, G. Gankonora dan Telaga Bano. Posisi geografi G. Ibu torle-tak pada guris Lintang Selatan 1°29' dan 127°38 Bujur Tim…