Dalam mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan Gunung Merapi, pada bulan Mei 1993 telah dilakukan pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi secara tepadu yaitu kimia, fisika, dan geologi. Pemantauan secara kimia meliputi kimia gas, kondensat, temperatur lubang gas vulkanik, batuan, udara bebas, merkuri, dan kecepatan emisi gas S02 dalam plume vulkanik.
Pada triwulan pertama tahun anggaran 1993 - 1994 ini, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan evaluasi terhadap endapan awan panas dan lahar 1992 - 1993 serta endapan sebelumnya di bagian lereng barat G.Merapi, yang meliputi daerah hulu K.Senowo, K. Lamat, K.Blongkeng, K.Sat 2, dan K.Bebeng.
Pada tahun anggaran 1993/1994 ini Kelompok Kerja Deformasi telah mengajukan rencana kegiatan lapangan sebanyak 6 (enam kali), sehingga rata - rata setiap 2 bulan sekali naik ke puncak Merapi. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin kesinambungan data. Disamping itu, hal yang lebih penting adalah untuk mengetahui perkembangan terakhir aktivitas Merapi secara visual dari dekat.
Penerapan metode deformasi di Indonesia, khususnya di G.Merapi telah dimulai awal tahun delapan puluhan dengan menggunakan tiltmeter watertube, pengukuran dry - tilt dan pengukuran EDM.
G. Wurlali di P. Damar terletak di laut Banda pada posisi geografi 7º 7' Lintang Selatan, 128°40' Bujur Timur. Tipe gunungapi strato, tinggi diatas permukaan laut 868 m. Luas P.Damar lk. 315 km², jumlah penduduk pada November 1985 di daerah Bahaya 1.700 orang. Satu-satunya kegiatan gunungapi ini tercatat pada 3-5 Ju ni 1892 berupa letusan normal dari kawah pusat. Tidak disebutkan korban jiwa…
Pengamatan visual secara langsung di puncak G.Merapi dilakukan pada tanggal 8 Mei 1994. Pengamatan rekahan - rekahan di sekitar puncak tidak memperlihatkan adanya perkembangan yang baru. Morfologi kubah lava sangat jelas perubahannya. Perkembangan kubah yang terlihat adalah bagian kkubah sektor utara sampai tenggara dimana haris tengah kubah lava terlihat membesar.
Dalam mengantisipasi perkembangan aktifitas G.Merapi dibutuhkan peralatan dengan kondisi yang baik, sehingga selain dilakukan penyelidikan dan pengamatan terhadap aktivitas gunungapi Merapi maka dilakukan juga perawatan serta kalibrasi peralatan seismik/magnetik.
Pemantauan kegiatan suatu gunungapi dengan metoda seismik merupakan suatu metoda geofisika dasar yang sangat penting. Mengingat peralatan telemetri radio buatan luar negeri (misalnya Kinemetrics dan Sprengnether) mahal, sedangkan Direktorat Vulkanologi banyak memiliki transducer buatan Hosaka type MTD (H atau V) yang belum dimanfaatkan sepenuhnya, maka perlu dicari suatu solusi yang lebih murah…
Penyelidikan kimia air dan gas ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai conto air dan gas dari daerah yang potensial berbahaya sebagai sumber penyebar gas dan sumber pencemaran air. Conto yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi secara kimiawi tentang tingkat bahaya langsung dan tidak langsung kegiatan Gunungapi Dieng.
Pengukuran volume kubah Gunung Merapi bertujuan untuk mengetahui secara "pendekatan" berapa besar volume kubah Gunung Merapi. Digunakan istilah "pendekatan" karena berdasarkan atas sifat dari metoda - metoda pengukuran yang dipergunakan.